Kompas.com - 23/05/2018, 11:30 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Rumah Susun (Rusun), Masjid Hj. Yuliana, Gedung Sekolah SMP 2 dan SMA 2 di kawasan Pesantren Modern Terpadu Prof. Hamka, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (21/5/2018). Dok. Humas Ditjen Penyediaan PerumahanPresiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Rumah Susun (Rusun), Masjid Hj. Yuliana, Gedung Sekolah SMP 2 dan SMA 2 di kawasan Pesantren Modern Terpadu Prof. Hamka, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (21/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah terus menggenjot penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) yang telah ditargetkan sejak awal pemerintahan.

"Pemerintah sudah menyelesaikan 30 proyek strategis nasional (PSN) selama periode 2016-2017 senilai Rp 94,8 triliun," kata Presiden Joko Widodo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari total proyek tersebut, 20 di antaranya diselesaikan pada 2016, dan 10 lainnya diselesaikan 2017. Hal tersebut antara lain Bandara Sentani di Jayapura, Bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu, dan Bandara Labuan Bajo di Pulau Komodo.

Selain itu, ada pula enam bendungan di Sabang, Pidie, Sumedang, Banyuwangi, Madura, dan Buleleng. Beberapa pos lintas batas negara (PLBN) dan sarana penunjang (SP) juga turut diselesaikan.

Pada 2017, proyek yang diselesaikan antara lain beberapa ruas tol di Jawa Barat dan Jawa Timur, bandara, serta bendungan dan saluran irigasi.

Presiden mengatakan, dalam dua tahun terakhir pemerintahan, pemerintah berencana menyelesaikan 38 PSN.

Jumlah Proyek Strategis Nasional setelah dilakukannya evaluasi tahun ini adalah 222 proyek dan tiga program, dengan nilai keseluruhan Rp 4.100 triliun.

"Dalam rapat terbatas di Jakarta, Senin 16 April lalu, saya menekankan agar proyek-proyek strategis nasional yang belum rampung di tahun 2017 segera diselesaikan tahun ini. Begitu pula yang direncanakan untuk mulai dikerjakan 2018, betul-betul dipastikan eksekusinya di lapangan," kata Presiden.

Presiden Jokowi menyatakan, pembiayaan PSN tak hanya mengandalkan APBN semata, tapi juga memerlukan terobosan skema pembiayaan alternatif yang mampu menarik minat para investor.

"Saya juga minta jangan semuanya dikerjakan oleh BUMN atau anak-anak BUMN, tapi juga melibatkan sektor swasta, terutama yang berada di daerah," ujar Presiden Jokowi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.