Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berita Penting: Nongkrong Gratis Starbucks hingga GWK Tertinggi Kedua

Kompas.com, 23 Mei 2018, 10:46 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) menghinggap di Starbucks, peritel kopi tersebut membuat kebijakan baru di tokonya. Kini, masyarakat tak perlu berbelanja kopi bila ingin nongkrong di tempat tersebut.

Kabar itu menjadi berita terpopuler di kanal properti Kompas.com, Selasa (22/5/2018).

Berita terpopuler lainnya yaitu soal Big Box, sebuah toserba di Singapura yang juga terkena dampak pusaran puting beliung industri ritel.

Tak hanya berita sedih, kabar baik juga datang dari Indonesia, di mana patung Garuda Wisnu Kencana akan menjadi patung tertinggi kedua di dunia.

Berikut selengkapnya berita terpopuler sepanjang kemarin:

1. Nongkrong gratis di Starbucks

Terkait berulangnya kasus SARA di tokonya, Starbucks telah mengeluarkan surat edaran resmi pada Sabtu (19/5/2018) berisi panduan baku terhadap tamu. Itu dilakukan agar toko Starbucks menjadi inklusif bagi semua golongan.

Sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal, surat itu berbunyi "Setiap orang yang datang ke area Starbucks, termasuk wilayah luar ruang dan toilet, adalah tamu. Tanpa perlu mempertimbangkan mereka membeli sesuatu atau tidak".

Peraturan baru itu diharapkan mencegah kasus SARA terjadi lagi di dalam Starbucks.

Selengkapnya: Kebijakan Baru, Toilet Starbucks Bebas Dipakai meski Tak Beli Apa-apa

Penjualan bangunan Big Box terbuka bagi pihak yang berminat dan akan ditutup hingga tanggal 14 Juni 2018 pukul 15.00 waktu setempat.CUSHMAN & WAKEFIELD Penjualan bangunan Big Box terbuka bagi pihak yang berminat dan akan ditutup hingga tanggal 14 Juni 2018 pukul 15.00 waktu setempat.

2. Mengapa Big Box Singapura tumbang

Chief Executive Property Advisor Ku Swee Yong mengatakan, lokasi tempat Big Box berdiri di Jurong East Regional Center, merupakan lokasi yang buruk bagi toserba yang memiliki luas ruangan lebih dari 130.000 meter persegi.

Di samping itu, Big Box juga harus bersaing dengan banyaknya kompetitor di Jurong, sehingga kurang prospektif bagi kelangsungan bisnisnya.

"Wilayah tersebut juga kurang baik untuk pengusaha logistik, e-commerce, dan gudang. Bagaimana tidak, harga tanah serta bangunannya lebih tinggi dibandingkan Tuas maupun Pioneer Road," kata dia.

Selanjutnya Mengapa Big Box Singapura Tumbang?

Pekerja menggarap pemasangan Mahkota Dewa Wisnu yang merupakan bagian dari Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Ungasan, Badung, Bali, Minggu (20/5/2018). Mahkota Dewa Wisnu tersebut merupakan modul ke-529 dari total 754 modul yang terpasang di patung setinggi 121 meter yang ditargetkan selesai pada Agustus 2018.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Pekerja menggarap pemasangan Mahkota Dewa Wisnu yang merupakan bagian dari Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Ungasan, Badung, Bali, Minggu (20/5/2018). Mahkota Dewa Wisnu tersebut merupakan modul ke-529 dari total 754 modul yang terpasang di patung setinggi 121 meter yang ditargetkan selesai pada Agustus 2018.

 

 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau