Survei BI: Penjualan Rumah Tumbuh Tipis - Kompas.com

Survei BI: Penjualan Rumah Tumbuh Tipis

Kompas.com - 11/05/2018, 12:07 WIB
Ilustrasi rumahBrianAJackson Ilustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelambatan bisnis properti masih terpantau pada triwulan pertama tahun ini.

Meskipun penjualan tetap terjadi, namun pertumbuhan hanya terpantau pada level satu digit.

Hal itu diketahui dari laporan Bank Indonesia (BI) atas Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang diterbitkan Rabu (9/5/2018).

Baca juga : Harga Rumah Naik 1,42 Persen

"Hasil survei menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan properti residensial Triwulan I-2018 meningkat sebesar 6,85 persen, meskipun melambat dibandingkan 26,69 persen pada triwulan lalu," tulis BI dalam laporannya seperti dikutip Kompas.com, Jumat (11/5/2018).

Kendati demikian, dari sisi harga jual terlihat harga propeti mengalami pertumbuhan 1,42 persen dibandingkan triwulan keempat tahun lalu. Kenaikan ini dipicu kenaikan harga bahan bangunan (35,07 persen dan upah pekerja (21,21 persen).

Kenaikan harga properti residensial diketahui terjadi di seluruh tipe rumah. Kenaikan tertingi terjadi pada rumah tipe kecil sebesar 2,3 persen.

"Rumah tipe menengah mengalami kenaikan 1,31 persen dan tipe besar 0,64 persen. Dari sisi wilayah, Surabaya menjadi kota dengan kenaikan harga rumah tertinggi sebesar 3,97 persen, terutama untuk tipe kecil (6,17 persen)," tulis BI.

Sementara itu, secara tahunan, indeks harga properti juga meningkat dari 3,5 persen pada Triwulan IV-2017 menjadi 3,69 persen.

Kenaikan tertinggi terutama untuk rumah tipe kecil yaitu 6,07 persen, dimana Surabaya menduduki kenaikan harga rumah tertinggi mencapai 7,12 persen.

"Kenaikan harga rumah di wilayah Surabaya didukung oleh pembangunan berbagai sarana infrastruktur yaitu jalur baru seperti proyek frontage road di sisi barat (jalur penyangga di Jalan Ahmad Yani), Middle East Ring Road (MERR) II-C, Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), dan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT)," tutup laporan.



Close Ads X