Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berita Menarik: Meikarta Berhenti hingga Tarif Tol Jakarta-Surabaya

Kompas.com, 10 Mei 2018, 08:53 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

Sementara, bebera ruas lain di Tol Trans Jawa juga akan dibuka secara fungsional seperti Pejagan-Pemalang Seksi Brebes Timur-Pemalang dan Solo-Ngawi Seksi Kartasuro-Sragen.

Bagi masyarakat yang ingin mudik lewat tol, pastikan saldo Anda cukup. Diperkirakan biaya yang harus dikeluarkan untuk melewati tol dari Jakarta sampai Surabaya sebesar Rp 330.000.

Baca juga : Mudik Jakarta-Surabaya Lewat Tol, Siap-siap Rogoh Kocek Rp 330.000

 

3. Beberapa ruas tol Trans Sumatera dibuka fungsional

Beberapa ruas tol Trans Sumatera yang kini tengah digarap akan dibuka fungsional saat arus mudik dan balik Lebaran 2018.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang dikutip Kompas.com, Rabu (9/5/2018), panjang ruas Tol Trans Sumatera yang akan dibuka fungsional mencapai 119 kilometer.

Tol Trans-Sumatera di Lampung.Dokumentasi Hutama Karya Tol Trans-Sumatera di Lampung.
Ruas itu meliputi Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 1 SS Bakauheni-SS Sidomulyo sepanjang 30,5 kilometer, dan Paket 2 SS Sidomulyo-SS Lematang sepanjang 35,6 kilometer.

Kemudian, Paket 3 Branti-Metro sepanjang 12,5 kilometer dan Paket 4 Gunung Sugih-Terbanggi Besar sepanjang 9,84 kilometer.

Baca juga : Sekarang, Mudik ke Sumatera Bisa Lewat Tol

 

4. Pertaruhan Tan Kian di Tangerang Selatan

Dalam perbincangan khusus dengan Kompas.com, Deputy Chief Operating Officer PT Pacific Millenium Land, Hans Leander menjawab seluruh pertanyaan mengenai Millennium City dengan estimasi gross development value (GDV) tahap I senilai Rp 6 triliun.

Kendati tak seheboh megaproyek lainnya, Millennium City seperti yang dikatakan Hans, adalah proyek besar dan andalan Tan Kian di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

CBD Millennium City, Serpong, Tangerang Selatan.Dokumentasi PT Pacific Millennium Land CBD Millennium City, Serpong, Tangerang Selatan.
"Kami menggarap proyek ini sangat serius. Melibatkan para ahli di bidangnya. Mulai dari konsep proyek, bagaimana infrastruktur dibangun dan terintegrasi, sampai pada detail desain per unit rumah," terang Hans.

Siapa Tan Kian? Lelaki berkulit terang ini adalah taipan sekaligus pengembang properti dengan kelas khusus. Istilah yang tepat disematkan padanya adalah boutique developer.

Properti-properti yang dibangunnya bukan sembarang, bukan pula market driven, melainkan mewah dan berkelas. Sebut saja perkantoran One Pacific Place, pusat perbelanjaan Pacific Place, Ritz Carlton Hotel, Ritz Carlton Residences, JW Marriott Kuningan, dan lain-lain.

Bahkan, CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono mengatakan reputasi Tan Kian sebagai pengembang properti mewah tak diragukan. Namun, Millennium City sebagai township development, berbeda dengan properti-properti tersebut di atas yang hanya berskala 1-2 hektar.

Baca juga : Millennium City, Pertaruhan Tan Kian di Tangerang Selatan

 

5. Tiga warna cat ini harus dihindari di kamar tidur

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau