JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk angkat bicara soal insiden ambruknya salah satu bagian dari proyek Tol Manado-Bitung pada Selasa (17/4/2018) sore.
Seperti diketahui, pemegang konsesi proyek sepanjang 39 kilometer itu adalah PT Jasamarga Manado Bitung (JMB) yang merupakan anak usaha Jasa Marga.
Namun, pekerjaan proyek tersebut dibagi ke dalam dua bagian.
Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk Agus Setiawan menjelaskan, untuk titik KM 0 hingga KM 14 pekerjaan konstruksinya merupakan porsi pemerintah.
Baca juga : Konstruksi Relatif Sederhana, Tol Manado-Bitung Ambruk
Sementara, untuk KM 14 hingga KM 39 pekerjaannya dilakukan oleh PT JMB.
"Sesuai informasi dari lapangan, tempat kejadian perkara (TKP) ada di KM 13+200, merupakan bagian yang dibangun oleh pemerintah, yang dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional setempat," kata Agus dalam keterangan tertulis, Selasa malam.
Agus mengaku tak bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait insiden yang mengakibatkan tiga orang pekerja tertimbun saat peristiwa terjadi.
Mengutip Tribun Manado, peristiwa itu terjadi pada pukul 14.30 Wita. Berdasarkan data Badan Sar Nasional (Basarnas) Manado, identitas ketiga korban diketahui yakni Sugeng asal Blitar, Dadi asal Bandung, dan Muktar asal Blitar.
Baca juga : Proyek Tol Manado-Bitung Tiba-tiba Ambruk, 3 Pekerja Tertimbun
"Saat ini yang sudah berhasil dievakuasi yakni Muktar asal Blitar. Saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Lembean dengan kondisi selamat," ujar Kepala Kantor SAR Manado Muhammad Arifin, Selasa.
Saat berita diturunkan, tim masih melakukan pencarian terhadap dua orang lainnya.
Sebelum kejadian, korban sedang bekerja di proyek jalan tol. Cuaca saat itu tengah mendung.
Tim Rescue Basarnas langsung melakukan tindakan evakuasi korban dengan menggunakan alat ekstrikasi berupa dua unit truk personel, satu unit rescue car, dan satu unit rescue truck.
Adapun tim yang turun di antaranya Basarnas, Polres Minut, dan masyarakat setempat. Lokasi korban sempit yakni di dalam gorong-gorong.
"Kami akan mencari sampai dua korban ditemukan," ujar Arifin.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.