Proyek Tol Batang-Semarang Terima Kredit Sindikasi Rp 7,73 Triliun - Kompas.com

Proyek Tol Batang-Semarang Terima Kredit Sindikasi Rp 7,73 Triliun

Kompas.com - 17/04/2018, 11:32 WIB
Penandatanganan kredit sindikasi proyek Jalan Tol Semarang-Batang di Kantor Pusat PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Jakarta, Selasa (17/4/2018).Kompas.com / Dani Prabowo Penandatanganan kredit sindikasi proyek Jalan Tol Semarang-Batang di Kantor Pusat PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Enam bank besar mengucurkan kredit sindikasi senilai Rp 7,731 triliun kepada PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yang menggarap proyek Tol Batang-Semarang.

Proyek ini merupakan bagian dari jaringan Tol Trans Jawa yang kini pekerjaannya tengah dikebut agar dapat digunakan pada musim mudik Lebaran tahun 2018.

Baca juga : Jembatan Kalikuto, Ikon Tol Batang-Semarang Dirakit di Tiga Tempat

Penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dilangsungkan di kantor pusat Jasa Marga di Jakarta, Selasa (17/4/2018) pagi, yang disaksikan langusng oleh Direktur Ops I PT Jasa Marga Muhammad Sofyan, Direktur Keuangan dan SDM PT Waskita Toll Road Y Ariandi Siregar, dan Komisaris Utama PT JSB Nyoman Wirya Adnyana.

Selain Bank BCA, bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner (JMLAB) sekaligus kreditur yaitu CIMB Niaga dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Sementara, kreditur lainnya yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), KEB Hana Bank, Bank Panin, dan Bank Jateng. Di samping itu, Bank BCA dan Bank Mandiri juga bertindak sebagai Facility Security & Escrow Agent (FSEA).

Baca juga : Mudik 2018, Tak Ada Lagi Jalur Darurat

Adapun jangka waktu kredit sindikasi ini mencapai 15 tahun.

Direktur Utama PT JSB Arie Irianto menjelaskan, kredit sindikasi ini nantinya digunakan untuk belanja modal, biaya konstruksi, hingga biaya konsultan.

Secara keseluruhan total investasi yang diperlukan untuk membangun jalan tol sepanjang 75 kilometer ini mencapai Rp 11,045 triliun.

“Memang proyek ini ditunggu pemerintah dan diharapkan pada saat Lebaran sudah bisa difungsikan,” kata Arie.

Vice President Bank Mandiri Yusak L Silalahi menyatakan, sektor perbankan siap membantu pemerintah dalam hal pendanaan proyek-proyek infrastruktur.

Dengan infrastruktur yang baik tentunya akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pembiayaan menjadi faktor kunci untuk memiliki infrastruktur yang baik. Karena itu perbankan terus mendukung,” tyntas Yusak.


Komentar
Close Ads X