Setiap Tahun, 200.000 Hektar Lahan Sawah Menyusut - Kompas.com

Setiap Tahun, 200.000 Hektar Lahan Sawah Menyusut

Kompas.com - 11/04/2018, 16:00 WIB
Ilustrasi.www.shutterstock.com Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pembangunan infrastruktur jalan yang berlangsung masif dan juga perumahan sebagai dampak yang ditimbulkannya, dikhawatirkan akan semakin menggerus lahan persawahan. Padahal, sawah merupakan instrumen penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), pada 2013 lalu masih terdapat 7,75 juta hektar lahan sawah. Namun, setiap tahun terjadi penyusutan antara 150.000 hingga 200.000 hektar akibat alih fungsi.

Baca juga : 38 Tahun Lagi, Lahan Persawahan Bakal Lenyap

Direktur Jenderal Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang dan Tanah Kementerian ATR/BPN Budi Situmorang mengatakan, hal paling berat adalah digunakannnya lahan pertanian untuk kepentingan non-pertanian.

"Kepentingan non-pertanian di antaranya paling banyak itu ada industri, perumahan, restoran, pom bensin itu. Tapi paling masif itu perumahan,” terang Budi kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Menurut Budi, sebenarnya pembangunan infrastruktur jalan seperti tol tidak akan terlalu berdampak signifikan terhadap pengurangan area lahan persawahan.

Pasalnya, konstruksi jalan tol bisa dibuat melayang bila diperlukan, sehingga area di bawahnya tetap dapat difungsikan sebagai sawah.

Baca juga : Cegah Alih Fungsi Lahan, Danau Rawapening akan Disertifikasi

Demikian halnya bila sebagian area sawah disulap menjadi jalan nasional maupun jalan provinsi.

Jembatan Klodran di Tol Solo-KertosonoRODERICK ADRIAN MOZES/Kompas.com Jembatan Klodran di Tol Solo-Kertosono
Yang jadi persoalan adalah ketika jalan-jalan tersebut telah selesai dibangun dan dimanfaatkan, mulai muncul pusat-pusat pertumbuhan perekonomian baru di sekitarnya, seperti pabrik maupun kawasan perumahan.

“Alih fungsi untuk infrastruktur ini sebenarnya kecil (dampaknya) kalau dibandingkan mekanisme pasar yang tadi,” cetus Budi.

Baca juga : Berikut Usulan Baru RUU Pertanahan

Budi menegaskan, pembangunan infrastruktur memang diperlukan guna menunjang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun seringkali ada pula pelaku industri dan masyarakat yang memanfaatkan dampak kehadiran infrastruktur kurang memahami pentingnya penerapan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Tol Ngawi Kertosono yang siap untuk dioperasikan.Dok. PT Ngawi Kertosono Jaya Tol Ngawi Kertosono yang siap untuk dioperasikan.
Di dalam UU tersebut disebutkan, LP2B dapat diubah karena dua alasan yaitu bencana alam dan pembangunan infrastruktur untuk kepentingan umum.

Hanya, seringkali ada poin yang dilupakan yaitu alih fungsi tersebut harus disubstitusi dengan lahan yang sama di lokasi lain guna menjaga stabilitas pangan.

“Itu UU sebutkan dengan jelas. Ini yang kami pelan-pelan akan koordinasikan dengan teman-teman yang menangani proyek strategis termasuk jalan. Buka saja jalan asal ada penggantian. Memang ini akan jadi persoalan. Tetapi kan kondisi ekonomi ketahanan pangan harus diutamakan,” tutur Budi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Rusun Unismuh Makassar Sudah Dihuni 185 Mahasiswa

Rusun Unismuh Makassar Sudah Dihuni 185 Mahasiswa

Hunian
Arab Saudi Bangun Proyek Jumbo Rp 4,7 Triliun

Arab Saudi Bangun Proyek Jumbo Rp 4,7 Triliun

Kawasan Terpadu
Sambut 2019, Jotun Luncurkan Kartu Warna

Sambut 2019, Jotun Luncurkan Kartu Warna

Berita
FPI Bidik Pembeli Rumah Pertama

FPI Bidik Pembeli Rumah Pertama

Hunian
Desain Rumah Efisien dengan Dinding Bercelah

Desain Rumah Efisien dengan Dinding Bercelah

Griya
Dapat Kredit Rp 1,26 Triliun, Jasa Marga Kebut Tol Solo-Ngawi

Dapat Kredit Rp 1,26 Triliun, Jasa Marga Kebut Tol Solo-Ngawi

Berita
Ingin Rumah Impian Anda Terwujud? Mampir ke FPI

Ingin Rumah Impian Anda Terwujud? Mampir ke FPI

Hunian
'Toys R Us' Kembali Buka Gerai di Brunei

"Toys R Us" Kembali Buka Gerai di Brunei

Ritel
Lokasi Kantor Baru Amazon Terancam Tenggelam

Lokasi Kantor Baru Amazon Terancam Tenggelam

Arsitektur
Megaproyek Ini Jadikan Arab Saudi Lebih Modern

Megaproyek Ini Jadikan Arab Saudi Lebih Modern

Arsitektur
Kebakaran Mal di Indonesia dalam Lima Tahun Terakhir

Kebakaran Mal di Indonesia dalam Lima Tahun Terakhir

Ritel
Zaha Hadid Rancang 'Smart City' di Moskow

Zaha Hadid Rancang "Smart City" di Moskow

Kawasan Terpadu
Amazon Buka Markas Baru di New York dan Arlington

Amazon Buka Markas Baru di New York dan Arlington

Perkantoran
Asa Membangun Jembatan Cipatujah dalam Sepekan

Asa Membangun Jembatan Cipatujah dalam Sepekan

BrandzView
Bisa Ditiru, Rancangan Tenda Pengungsi Tak Harus Terpal Biru

Bisa Ditiru, Rancangan Tenda Pengungsi Tak Harus Terpal Biru

Arsitektur

Close Ads X