Ingin Serba Praktis, Kelompok Milenial Pilih Apartemen - Kompas.com

Ingin Serba Praktis, Kelompok Milenial Pilih Apartemen

Kompas.com - 10/04/2018, 21:00 WIB
Ilustrasi apartemenThinkstock Ilustrasi apartemen

JAKARTA, KOMPAS.com – Jumlah penduduk Indonesia berusia serentang 25-37 tahun atau kerap disebut milenial cukup besar. Pada usia inilah mereka biasanya mulai mencari hunian pertama.

Di kota besar seperti Jakarta, kelompok generasi milenial cenderung memilih apartemen dibanding rumah tapak.

Baca juga : 61 Persen Milenial Belum Punya Rumah

Alasannya, di samping harga rumah tapak yang mahal, apartemen biasanya memiliki fasilitas cukup lengkap.

Mulai dari parkir, pusat kebugaran, pusat bisnis, pusat edukasi, hingga jasa cuci, urusan listrik, kebersihan, dan air yang sudah ada pengelolanya.

Karena itu, hidup di apartemen, diakui atau tidak, serba praktis ketimbang di rumah tapak.

Milenial ini tipikalnya kan tidak mau dipusingkan. Kalau rumah kan harus maintain, milenial itu lebih banyak beli apartemen. Kurang lebih 60 persen beli apartemen,” kata Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DKI Jakarta Clement Francis di Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Baca juga : Faktanya, Generasi Milenial Punya Target Beli Rumah

Namun bukan sembarang apartemen yang dipilih oleh kelompok ini. Pertama, kedekatan dengan akses transportasi publik seperti kereta rel listrik atau transjakarta, tentu mendapat porsi teratas.

Mereka membutuhkan moda tersebut guna menunjang mobilitas ke tempat kerja dan tempat nongkrong.

Pilihan kedua yaitu dekat dengan tempat mereka biasa berkumpul bersama teman-temannya. Misalnya seperti kedai kopi, mal, atau tempat hangout lain yang cukup asik.

Di samping tentunya, mereka berharap agar harga apartemen yang ditawarkan cukup terjangkau kantong.

Baca juga : Cara Cerdas Gaet Pembeli Rumah Milenial

“Kalangan ini maunya lifestyle, dan cari harga yang di bawah Rp 1 miliar,” sebut Clement.

Hal lain yang tak kalah penting yaitu kemudahan dalam cicilan. Baik itu dalam pembayaran uang muka maupun cicilan bulanan.

Mereka berharap cicilan yang diberikan oleh pengembang cukup panjang sehingga tidak terlalu mengganggu finansial mereka.

“Karena apa? Teman-teman milenial ini lebih banyak jalan-jalan juga. Jadi mereka mau bagi tabungan untuk rumah dan jalan-jalan,” tutup Clement.



Close Ads X