"Civitas Academica" Bogor Dianggap sebagai Pasar Besar Apartemen

Kompas.com - 05/04/2018, 18:29 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan pasar hunian vertikal di Bogor sebagai kota penyangga ibukota Jakarta saat ini masih terus tumbuh. Setidaknya ada 40 proyek yang berada di Kota dan Kabupaten Bogor.

Project Manager Royal Tajur, Ardian Hendra, memastikan bahwa potensi Bogor sebagai wilayah garapan apartemen masih besar. Salah satu daya dukungnya adalah kota pendidikan tinggi dengan jumlah civitas academica yang mencapai puluhan ribu orang di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta kota atau kabupaten itu.

"Jadi, ini memang captive market. Karena itulah, di Maret kemarin kami mulai menawarkan dalam tahap pre-sale apartemen 5 lantai di Royal Tajur," kata Ardian, Kamis (5/4/2018).

Ardian mengatakan, Royal Tajur akan mengembangkan dua menara apartemen eksklusif berkapasitas 79 unit dan 80 unit apartemen pada masing-masing menara. Untuk pengembangan apartemen Royal Heights ini, Royal Tajur menyiapkan lahan seluas 5.415 m2.

"Eksklusif hanya lima lantai. Ini akan kami rilis pada Mei nanti," tambah Ardian.

Saat ini, PT Tajur Surya Abadi, anak usaha Suryamas Group sebagai pengembang Royal Tajur sudah membuka proses pemesanan nomor urut pemesanan (NUP) bagi pembeli. NUP ini disebut juga sebagai kartu prioritas bagi pembeli potensial sebelum proyek apartemen ini dilunc

"Sekarang kami berencana melepas satu tower dulu yang isinya 80 unit. Kalau permintaan NUP melonjak, kami siap untuk lepas dua tower sekaligus. Target kami pada Mei nanti satu tower sold out," ujarnya.

Surya Abadi menawarkan unit apartemen dengan harga mulai Rp299 juta untuk tipe satu tempat tidur, Rp400 jutaan untuk tipe dua tempat tidur, serta Rp800 jutaan untuk tipe tiga tempat tidur.

Ardian optimistis proyek ini akan diminati oleh pasar yang bukan hanya karena harganya bersaing, namun juga kualitasnya, terutama ada hadiah balkon di setiap unit apartemen. dengan pemandangannya ke Gunung Pangrango dan Gunung Salak, adanya balkon di setiap unit tersebut akan memberikan nilai tersendiri bagi penghuni.

Dia menambahkan bahwa sebagai hunian modern mengedepankan gaya hidup praktis apartemen kini menjadi pilihan utama masyarakat urban, terutama kalangan eksekutif muda, keluarga baru, dan milenial. Meski kondisi perekonomian belum pulih 100 persen, lanjut dia, sub sektor apartemen masih menjadi market leader.

Hal itu menilik hasil riset Savills Indonesia baru-baru ini yang menunjukkan jumlah apartemen di Jakarta baru sekitar 150.000 unit. Sebanyak  80 persen di antaranya berada di luar kawasan central business district (CBD). Adapun jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 10,37 juta jiwa pada 2017 sehingga di 2018 ini pangsanya masih cukup besar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X