Bogor Makin Kondusif, Royal Tajur Optimistis Raup Target Penjualan - Kompas.com

Bogor Makin Kondusif, Royal Tajur Optimistis Raup Target Penjualan

Kompas.com - 06/02/2018, 16:55 WIB
IPEX 2018 inilah pengembang properti memainkan banyak tawaran untuk mendongkrak keinginan konsumen, mulai subdisi uang muka sampai Rp200 juta sampai biaya PBB. Dok Royal Tajur IPEX 2018 inilah pengembang properti memainkan banyak tawaran untuk mendongkrak keinginan konsumen, mulai subdisi uang muka sampai Rp200 juta sampai biaya PBB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Bogor dan sekitarnya masih termasuk pilihan kawasan hunian. Aksesibilitasnya ke seluruh wilayah lain, khususnya Jakarta, dianggap lebih terjangkau dengan mudah baik oleh kendaraan maupun transportasi kereta atau commuter line.

Project Manager Royal Tajur, Ardian Hendra, mengatakan hal tersebut di sela pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 di Hall A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (5/2/2018). Permintaan rumah tinggal di Bogor tahun ini, lanjut Ardian, diprediksi akan meningkat dalam kisaran 5 - 10 persen.

"Keluarga muda (generasi milenial) yang fokus mencari rumah adalah potential market kami di Bogor. Tidak hanya rumah-rumah harga Rp300 jutaan. Sekarang ini makin banyak orang yang puluhan tahun tinggal di Bogor tapi kerjanya di Jakarta, apalagi nanti akses Bocimi (Bogor, Ciawi dan Sukabumi) dan BIRR (Bogor Inner Ring Road) dioperasikan," kata Ardian.

Di ajang pameran tersebut Ardian memperkenalkan Royal Tajur yang dikembangkan di lahan 88 hektar. Menurut dia, di ajang pameran seperti IPEX 2018 inilah saatnya memainkan banyak tawaran untuk mendongkrak keinginan konsumen, mulai subdisi uang muka sampai Rp200 juta sampai PBB untuk rumah hook (ready stock) dengan harga unit mulai Rp780 juta sampai Rp3 miliaran.

Dia mengatakan, tahun ini pihaknya optimis dapat mencapai target penjualan sebesar Rp112 miliar atau naik 25 persen dari pencapaian tahun sebelumnya.

"Masyarakat makin dewasa merespon isu-isu politik, ditambah regulasi perbankan makin membaik. Suku bunga saat ini cukup rendah, rata-rata 6 – 8 persen, ditambah lagi pengembang yang memberikan banyak promo mulai cicilan panjang, bunga nol persen sampai subsidi uang muka. Itu harus dimanfaatkan," katanya.


EditorLatief
Komentar
Close Ads X