MRT Dorong Investasi Gedung Pencakar Langit di CBD Jakarta

Kompas.com - 04/04/2018, 21:00 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kedua kanan) meninjau proyek MRT di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (7/3/2018). Presiden menyatakan pembangunan sarana angkutan cepat tersebut dalam difungsikan secara komersial pada Maret 2019. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kedua kanan) meninjau proyek MRT di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (7/3/2018). Presiden menyatakan pembangunan sarana angkutan cepat tersebut dalam difungsikan secara komersial pada Maret 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com – Hadirnya proyek Mass Rapid Transit (MRT) diyakini menjadi faktor pendorong menjamurnya gedung perkantoran berukuran besar di kawasan pusat niaga atau central business district (CBD) Jakarta.

Selain itu, kelonggaran yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI kepada developer dalam hal koefisien luas bangunan (KLB) juga ikut berkontribusi signifikan mengubah cakrawala ibu kota.

“Yang membuat gedung-gedung itu menjadi lebih besar adalah infrastruktur, MRT,” kata Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Ia menjelaskan, MRT yang dijadwalkan rampung pada tahun depan itu diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di sepanjang koridor CBD. Hal ini ditangkap oleh developer sebagai peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Saat ini, Ferry menambahkan, para penyewa memiliki perhatian besar terhadap pegawai mereka. Dengan hadirnya MRT, diharapkan para pegawai tersebut dapat lebih mudah untuk mengakses transportasi menuju kantor mereka.

“Mereka concern dengan hal ini, karena diharapkan dapat mendorong produktivitas pekerjaan lebih baik,” kata dia.

Agar MRT dapat dimanfaatkan lebih maksimal, tentu Pemprov DKI perlu mengambil sejumlah kebijakan pendukung lainnya. Seperti menerapkan electronic road pricing (ERP) hingga memberlakukan tarif parkir mahal.

Harapannya, masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi sebagai moda transportasi sehari-hari dapat beralih ke kendaraan umum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.