Usulan Tarif Tol BORR Seksi IIB Dievaluasi

Kompas.com - 01/04/2018, 21:00 WIB
Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Hendro Atmodjo (kiri) saat membuka Bogor Running Race di Seksi IIB Tol Bogor Outer Ring Road (BORR), Minggu (1/4/2018) pagi. Jasa MargaDirektur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Hendro Atmodjo (kiri) saat membuka Bogor Running Race di Seksi IIB Tol Bogor Outer Ring Road (BORR), Minggu (1/4/2018) pagi.

BOGOR, KOMPAS.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Marga Sarana Jabar (MSJ) bakal mengevaluasi rencana usulan tarif Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) yang baru.

Evaluasi tersebut dilakukan lantaran konstruksi Seksi IIB sepanjang Kedung Badak-Simpang Yasmin, sudah rampung dan siap untuk dioperasikan.

Seperti diketahui, Tol BORR termasuk dalam salah satu dari 39 ruas tol yang tarifnya bakal diharmonisasi oleh pemerintah pusat.

Baca juga : Tak Kalah dengan Bawen-Salatiga, Tol BORR Juga Berpanorama Istimewa

Harmonisasi dilakukan lantaran tarif yang berlaku saat ini dinilai terlalu tinggi terutama bagi kendaraan pengangkut barang kebutuhan logistik.

Sebagai kompensasi atas turunnya tarif, pemerintah memberikan perpanjangan waktu konsesi kepada badan usaha jalan tol (BUJT).

Menurut Dirut PT MSJ Hendro Atmodjo, saat ini tarif yang berlaku untuk dua seksi yang telah dioperasikan, yaitu Seksi I ruas Sentul Selatan-Kedung Halang (3,85 km) dan IIA ruas Kedung Halang-Kedung Badak (1,95 km), sebesar Rp 6.000 untuk kendaraan Golongan I.

Bila mengacu pada Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) semestinya ada kenaikan tarif Rp 4.000 pasca Seksi IIB beroperasi.

“Tapi kalau belum atau harus dievaluasi lagi terkait penghitungan tarif, ya nanti kita evaluasi lagi,” kata Hendro di Bogor, Minggu (1/4/2018).

Ia memastikan, evaluasi tarif harus memperhitungkan investasi yang dibenamkan saat jalan tol ini dibangun. Hal tersebut guna menghindari penurunan Internal Rate of Return (IRR) investor yang menanamkan modal.

“Rata-rata kita kemarin hitung sekitar 45 tahun konsesi awal. Mungkin kalau kita nanti diturunkan dengan Rp 1.000 atau golongannya berubah, kita dapat perpanjangan konsesi 5-10 tahun, jadi 50-55 tahun. Nanti tergantung pemerintah mana dukungan yang feasible,” tutur Hendro.

Lebih jauh, ia juga berharap, agar langkah ini juga mendapat dukungan dari sektor perbankan. Pasalnya, BUJT juga memiliki kewajiban mengembalikan pinjaman kepada perbankan.

“Itu yang perlu dukungan pemerintah untuk bisa bank bantu investor tol untuk bisa lebih bunganya diturunkan,” tuntas Hendro.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X