Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ambisi Ciputra Kuasai Timur Indonesia

Kompas.com, 18 Maret 2018, 08:25 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

MAKASSAR, KOMPAS.com - Bersasak tinggi, bergincu tebal, dan aroma parfum yang pekat, menyeruak di antara kerumunan undangan yang hadir pada peluncuran CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (16/3/2018). 

Perempuan paruh baya dengan identitas demikian kuat itu menunjuk deretan kotak kaca yang terdapat pada maket rancangan induk (master plan) proyek reklamasi hasil kolaborasi Ciputra Group PT Yasmin Bumi Asri (Ciputra-Yasmin). 

Seraya berbisik pada lelaki bertuksedo hitam dan pantalon kotak-kotak putih, perempuan berkulit terang itu mengangguk-anggukkan kepalanya. 

Baca juga : Garuda Raksasa di Kawasan Timur Indonesia

Kompas.com hanya mendengar ujung percakapan pasangan ini, "Ya kavling paling ujung, hoek," kata sang lelaki matang dengan tampilan visual parlente itu.

Inilah sekilas gambaran peluncuran proyek mega Rp 30 triliun di Makassar, kota berjuluk "Anging Mamiri". 

Orang Makassar, digambarkan Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi, serupa dengan orang Surabaya, begitu setia dengan kotanya. Kesetiaan itu diwujudkan dalam bentuk kesediaan untuk menginvestasikan uangnya di kota Makassar.

Tak heran bila hanya dalam waktu tiga jam, produk-produk CitraLand City Losari terserap 45 unit dengan nilai total penjualan Rp 148,5 miliar.

Baca juga : Dari Proyek Reklamasi Garuda Raksasa, Ciputra Raup Rp 148,5 Miliar

Perkembangan pembangunan lahan reklamasi CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.Hilda B Alexander/Kompas.com Perkembangan pembangunan lahan reklamasi CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
Bukan angka spektakuler memang. Namun, bila mengingat kondisi bisnis properti masih belum kembali normal seperti masa-masa jaya kurun 2012-2014, pencapaian tersebut diakui Harun melebihi target.

"Ini melebihi target kami, sih," kata Harun kepada Kompas.com, Sabtu (17/3/2018).

CitraLand City Losari merupakan salah satu dari sekian flagship project  raksasa properti yang kini dinahkodai Candra Ciputra itu.

Mafhum bila dalam mengerjakan proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi ini, mereka mempertaruhkan segala sumber dayanya; dana, reputasi, kemampuan, kerja keras, etos, dan juga teknologi modern.

"Makassar punya potensi luar biasa besar. Proyek sejenis belum pernah ada sebelumnya," imbuh Harun.

Baca juga : Rp 30 Triliun Bakal Mengucur di Losari

Dengan pertumbuhan ekonomi 2017 mencapai 7,9 persen atau di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Nasional, kota yang menjadi hub  Kawasan Timur Indonesia (KTI) ini terlalu seksi untuk dilewatkan begitu saja.

Resistensi

Senior Director Ciputra Group Nanik J Santoso menuturkan, CitraLand City Losari merupakan bagian dari Kawasan Pengembangan Strategis Center Point of Indonesia (CPI) dengan dimensi total 157,23 hektar.

Perkembangan fisik pembangunan proyek reklamasi CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.Hilda B Alexander/Kompas.com Perkembangan fisik pembangunan proyek reklamasi CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
Tahap pertama reklamasi berupa timbunan pasir telah rampung 100 persen. Sementara proses pemadatan lahan sudah berada pada posisi 75 persen.

"Ini proyek dengan risiko tinggi. Kami tidak mau main-main. Kami pilih kontraktor, dan konsultan kaliber internasional," ungkap Nanik.

Baca juga : Ada Belanda di Balik Proyek Reklamasi Pluit City dan CPI

Dia berkisah, selain memilih kontraktor dan konsultan internasional, PT Boskalis International Indonesia, pihaknya juga sangat terperinci memperhatikan segala perizinan reklamasi, termasuk perkara analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

"Kami tidak akan membangun bila seluruh perizinan belum terpenuhi," sebut dia.

Nanik mengakui, pembangunan reklamasi merupakan "isu" yang sangat seksi dan masih mengundang kontroversi karena dianggap bakal menimbulkan kerusakan lingkungan. Terutama jika mengacu pada proyek serupa di Jakarta.

CPI pun tak luput dari perhatian para pecinta dan pegiat pelestarian lingkungan. Di antaranya Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan.

Direktur Eksekutif Walhi Sulawesi Selatan Asmar Exwar mengungkapkan resistensi dari masyarakat pesisir dan warga kota Makassar. 

"Karena reklamasi tidak memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Reklamasi hanya akan menghilangkan habitat alami pesisir seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang serta menghilangkan mata pencarian," tutur Asmar.

Dia menambahkan, sebelum pekerjaan reklamasi di bagian laut dilakukan, sudah menggusur sebanyak 45 kepala keluarga (KK) pencari kerang Mariso.

Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.dokumentasi Ciputra Surya Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
Mereka tidak saja kehilangan mata pencarian, namun juga akses ke laut yang terhalang akibat pekerjaan awal reklamasi ini.

Karena itulah, menurut Asmar, pegiat lingkungan seperti dirinya, Walhi, dan masyarakat pesisir menentang pembangunan reklamasi CPI. 

Namun menurut Nanik, klaim Asmar tidak berdasar. Para nelayan kini dapat melakukan aktivitasnya dengan normal.

Bila sebelumnya kondisi pesisir pantai demikian dangkal dan tidak bisa dimanfaatkan untuk mencari ikan dan kerang, kini setelah dilakukan pendalaman sekitar 2 hingga 3 meter, mereka bisa meraup hasil pencarian ikan sebagaimana yang diharapkan.

"Ciputra-Yasmin mengikuti prosedur dan taat regulasi dengan mengantongi seluruh perizinan. Pembangunan reklamasi itu ada dasarnya, Peraturan Presiden (Perpres) No 122 Tahun 2012 tentang Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil," beber Nanik.

Teknologi modern

Nanik meyakini, pembangunan reklamasi CPI yang dilaksanakan PT Boskalis International Indonesia tidak akan berdampak buruk terhadap lingkungan.

Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.dokumentasi Ciputra Surya Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
Mereka, tambah dia, sudah berpengalaman melakukan hal serupa di kota-kota dunia dengan kisah sukses proyek reklamasinya macam Singapura, Dubai, dan lain sebagainya.

Untuk menghasilkan kualitas pembangunan reklamasi serupa, teknologi yang sama diadopsi pada proyek CPI ini. Serangkaian teknologi konsolidasi dan pemadatan tanah pun dilakukan.

Di antaranya, mencakup pemasangan vertical drain atau prefabricated vertical drain (PVD), vibro floatation, dynamic compaction, dan high impact compaction (HEIC) yang dilakukan secara paralel selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu.

Selain pemadatan, pekerjaan lain yang sudah dimulai adalah tanggul penahan ombak yang berbatasan dengan laut serta pembentukan kanal-kanal pada klaster-klaster hunian.

"Pekerjaan tanggul ini memasuki tahap finishing slope dan supply batu dalam berbagai ukuran. Sedangkan pembangunan kanal sudha dimulai melalui pengerukan dan pembentukan alur kanal," jelas Nanik. 

Seluas 50 hektar dari kawasan reklamasi CPI ini akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan, sedangkan sisanya masuk dalam kawasan pengembangan CitraLand City Losari. 

"Khusus kawasan CitraLand City Losari pengembangan fasilitas dan properti di atasnya akan dimulai pada 2019," kata Nanik.

Pusat bisnis dan keuangan

Proyek ini digadang-gadang sebagai kawasan pertumbuhan baru untuk menstimulasi, dan mempercepat peningkatan perekonomian, pembangunan kawasan, dan juga mendekonsentrasi pusat bisnis dan keuangan ke Kawasan Timur Indonesia.

Baca juga : Dalam 2 Tahun, Harga Kavling Reklamasi CitraLand Losari Naik Tajam

Simbol burung Garuda raksasa dalam rancangan induk (master plan) diadopsi sebagai representasi kesiapan Makassar untuk tinggal landas sebagai hub bisnis, industri, dan jasa dengan segala potensi yang dimilikinya, sehingga menjadi kekuatan kedua setelah ibu kota, Jakarta di barat Indonesia.

Menurut Harun, simbol burung Garuda merupakan ide kreatif Danny Pomanto selama masih menjalani profesi sebagai arsitek, dan sebelum menjadi Wali Kota Makassar.

Rancangan induk tersebut kemudian direvisi, serta disesuaikan dengan batasan teknis, dan dinamika pasar.

Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.dokumentasi Ciputra Surya Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Batasan teknis itu terkait hasil wave study,dan bathymetric study," jelas Harun.

Setelah mengalami penyesuaian dan penyempurnaan yang memakan waktu panjang, kata Harun, didapatlah rancangan induk seperti burung Garuda tersebut.

Harun menambahkan, penyempurnaan rancangan induk dilakukan oleh arsitek dan perancang profesional asal Singapura.

Dalam hal ini, Ciputra-Yasmin menunjuk DP Architects sebagai arsitek sekaligus pembuat rancangan induk CitraLand City Losari.

Untuk tahap perdana, CitraLand City Losari mencakup tiga klaster dengan total 44 unit, business park 206 unit, ruko 26 unit, dan kawasan komersial 70 unit.

Selain itu, akan dibangun pula kawasan baru central business district (CBD) Ciputra World Makassar (CWM) seluas 4,3 hektar yang terdiri dari pusat belanja, apartemen, hotel, dan small office home office (SOHO). 

"Kami juga membangun Universitas Ciputra. Total pengembangan membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 15 tahun," tuntas Harun.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau