Jasa Marga Pastikan Catatan Komite K2 Tol Layang Japek Diterapkan

Kompas.com - 01/03/2018, 17:00 WIB
Pier head perdana Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) resmi diputar, Rabu (13/12/2017) malam. Dokumentasi Jasa MargaPier head perdana Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) resmi diputar, Rabu (13/12/2017) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pekerjaan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II (Elevated) milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk sudah dapat dimulai kembali. Sebelumnya proyek ini termasuk yang dihentikan sementara menyusul terjadinya rentetan kasus kecelakaan kerja.

Baca juga : Pemerintah Restui Kelanjutan Pembangunan 38 Infrastruktur Layang

Namun demikian, pengawasan atas pekerjaan proyek ini akan dilakukan secara ketat. Pasalnya, seluruh konstruksi jalan tol ini dirancang dengan struktur layang.

"Ini akan ditunggu ini," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Kejaksaan Agung, Kamis (1/3/2018).

Selain itu, menurut Basuki, proyek yang perlu mendapatkan pengawasan ketat yaitu pemasangan bentang tengah Jembatan Holtekamp di Papua.

Pada pemasangan bentang pertama, pekan lalu, prosesnya diawasi langsung oleh Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Balitbang Danis H Sumadilaga, hingga perwakilan Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2).

"Jadi dicek satu-satu, dicoba, sebelum diangkat. Yang lain-lain sebenarnya tidak terlalu complicated," lanjut Basuki.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan, meski sudah bisa dilanjutkan, ada catatan yang diberikan Komite K2 terhadap pekerjaan proyek Tol Jakarta-Cikampek (Elevated).

Catatan tersebut adalah perlunya kunjungan kembali guna memastikan seluruh prosedur yang diberikan di dalam catatan dilaksanakan.

"Dikunjungi lagi, karena Jakarta-Cikampek Elevated itu fully elevated. Jadi betul-betul layang. Tadi malam sudah dikunjungi dan alhamdulillah bisa lanjut," kata Desi.

Ia pun memastikan seluruh catatan yang diberikan Komite K2 akan diimplementasikan. Hal itu untuk menjamin tidak ada persoalan di dalam pekerjaan konstruksi proyek yang menelan investasi Rp 13 triliun itu.

"Jadi kita harus konsisten dengan implementasi sesuai dengan yang disepakati dalam dokumen-dokumen itu," tutup Desi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X