Jakarta, Kota Termacet ke-12 Dunia

Kompas.com - 25/02/2018, 14:38 WIB
Ilustrasi kemacetan jakarta Arimbi RamadhianiIlustrasi kemacetan jakarta

Inrix mengumpulkan data dari 1.360 kota di 38 negara yang mencakup lebih dari 250.000 kilometer persegi jalan dan berfokus pada kemacetan di seluruh sepanjang hari dan minggu.

Traffic Scorecard 2017 mengadopsi metodologi yang sama dengan 2016 dengan menyediakan wawasan tentang skala dan dampak kemacetan pada waktu yang berbeda.

Misalnya kemacetan saat jam sibuk terutama memengaruhi komuter, sementara kemacetan selama seharian penuh cenderung lebih banyak memengaruhi bisnis.

Inrix juga mengukur dampak kemacetan
pada penumpang mobil, dengan memperkirakan total jumlah jam rata-rata komuter menghabiskan waktu saat macet di setiap kota.

Untuk memberikan wawasan yang lebih luas bagaimana kemacetan mempengaruhi pengguna jalan yang berbeda, Inrix juga memperkirakan persentase waktu pengemudi akan menghabiskan kemacetan di setiap kota berbeda setiap hari dan minggu.

Kemudian, pada waktu-waktu yang berbeda dari jaringan jalan, termasuk puncak kemacetan, tengah hari, malam dan akhir pekan, dan jalan raya masuk atau keluar kota dibandingkan dengan jaringan jalan dalam kota.

Rata-rata dihitung berdasarkan perjalanan volume pada berbagai titik waktu dan lokasi, dan ukuran relatif kota.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X