Sinarmas Berniat Garap MRT hingga Serpong

Kompas.com - 15/02/2018, 12:00 WIB
Sejumlah pengunjung berkunjung ke terowongan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Stasiun Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta, Kamis (26/10/2017). PT MRT Jakarta menyatakan secara keseluruhan perkembangan pekerjaan konstruksi sipil MRT Jakarta per 25 Oktober 2017 telah mencapai 83,03 persen dengan rincian jalur dan stasiun layang dan depo Lebak Bulus mencapai 74,64 persen sementara jalur dan stasiun bawah tanah Senayan-Bundaran Hotel Indonesia mencapai 91,49 persen. ANTARA FOTO/WIDODO S JUSUFSejumlah pengunjung berkunjung ke terowongan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Stasiun Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta, Kamis (26/10/2017). PT MRT Jakarta menyatakan secara keseluruhan perkembangan pekerjaan konstruksi sipil MRT Jakarta per 25 Oktober 2017 telah mencapai 83,03 persen dengan rincian jalur dan stasiun layang dan depo Lebak Bulus mencapai 74,64 persen sementara jalur dan stasiun bawah tanah Senayan-Bundaran Hotel Indonesia mencapai 91,49 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran proyek infrastruktur dipastikan memberikan dampak positif terhadap sektor properti. Tak ayal bila banyak pengembang getol memasarkan hunian mereka dengan embel-embel dekat transportasi publik.

Berbeda dengan pengembang lain, Sinarmas Land justru berminat mengembangkan proyek transportasi publik.

Kerja sama pun tengah dijajaki dengan PT MRT Jakarta untuk mengembangkan jalur proyek Mass Rapid Transit (MRT) sampai ke Serpong, Tangerang Selatan.

CEO Strategic Development and Service Sinarmas Land Ishak Chandra mengungkapkan, saat ini kerja sama yang dibangun masih dalam tahap penjajakan.

"Sedang kita jajaki untuk pembangunan proyek MRT dari Jakarta sampai ke Serpong," kata Ishak di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Pekerja melakukan pemasangan rel pada proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta, Selasa (31/10/2017). Pembangunan fisik MRT Jakarta fase 1 hingga akhir September 2017 telah mencapai 80 persen.ANTARA FOTO/RENO ESNIR Pekerja melakukan pemasangan rel pada proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta, Selasa (31/10/2017). Pembangunan fisik MRT Jakarta fase 1 hingga akhir September 2017 telah mencapai 80 persen.
Hadirnya MRT, diakui Ishak akan memudahkan akses masyarakat yang bekerja di Jakarta namun tinggal di Serpong.

Di sisi lain, pemerataan pembangunan infrastruktur diharapkan dapat memperlambat arus urbanisasi yang tidak terbendung setiap tahunnya.

Dari hasil analisis, laju urbanisasi saat ini sudah mencapai 53 persen. Dalam beberapa tahun ke depan, jumlah orang yang tinggal di kawasan perkotaan pun akan meningkat hingga 70 persen.

"Ini harus diperhatikan. Selain kelompok middle class yang diperkirakan pertumbuhannya mencapai 66 persen. Apa akibatnya? Daya beli akan semakin bertambah," papar Ishak.

Sementara itu, Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk sebagai anak usaha Sinarmas Land, Hermawan Wijaya memastikan, hadirnya MRT di kawasan Serpong memberikan sinyal positif bagi pasar hunian di sektor tersebut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X