Tahun 2035, Laju Urbanisasi Diprediksi Melonjak 66 Persen

Kompas.com - 14/02/2018, 16:56 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau kegiatan mudik menjelang Natal di pelabuhan Ambon, Kamis (21/12/2017). KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKOMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau kegiatan mudik menjelang Natal di pelabuhan Ambon, Kamis (21/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah saat ini tengah gencar membangun infrastruktur, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pembangunan tersebut rupanya turut mendorong arus urbanisasi masyarakat.

Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Wicaksono Sarosa mengatakan, pada 2015 lalu, laju urbanisasi nasional telah mencapai 54 persen. Angka ini diprediksi akan semakin meningkat hingga 66 persen pada 2035.

Baca juga : Urbanisasi Melejit Bisa Timbulkan Masalah Baru Perkotaan

Namun yang jadi persoalan, urbanisasi rupanya tidak dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan. Sebaliknya, urbanisasi justru menimbulkan sejumlah masalah baru.

Dalam hal persoalan fisik, misalnya, urbanisasi justru memperburuk kualitas tata kota. Selain itu, minimnya jumlah lahan pemukiman, mendorong timbulnya lahan pemukiman kumuh baru.

"Di samping tantangan fisik, urbanisasi menimbulkan masalah sosial, ekonomi, budaya, hingga kelembagaan," kata Wicaksono  dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Ia menambahkan, urbanisasi juga hanya sedikit memberikan kontribusi terhadap kenaikan PDB per kapita. Dalam medio 1970 hingga 2012, setiap 1 persen laju kenaikan, hanya menyumbang kenaikan sekitar 4 persen terhadap PDB per kapita.

Kenaikan tersebut jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia, seperti Thailand (7 persen), Vietnam (8 persen) dan China (10 persen).

"Itu artinya urbanisasi di Indonesia kurang menunjang kesejahteraan dibandingkan negara-negara Asia lainnya," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X