Kompas.com - 07/02/2018, 23:30 WIB

2. Jangan berpikir hanya untuk dihuni

Dalam jangka waktu tertentu, penghasilan yang kita dapatkan dari kantor tentu akan meningkat. Tentunya, kita berharap dapat membeli hunian baru yang bisa lebih mengakomodir kebutuhan.

Untuk itu, dalam membeli apartemen, jangan hanya berpikir bahwa akan tinggal disana untuk selamanya. Tetapi perlu dipikirkan bila suatu saat akan pindah ke hunian baru yang lebih baik.

"Nah ini (apartemen) bisa kita jual atau disewakan. Kalau lokasinya strategis, tentu akan gampang dijual atau disewakan," kata Imron.

3. Cari pengembang yang miliki rekam jejak jelas

Seringkali dalam membeli sebuah apartemen, tidak akan dijumpai fisiknya secara langsung. Tetapi, calon pembeli harus inden terlebih dahulu, sampai menunggu proses pembangunan jadi dan diserahterimakan.

"Nah ini bisa menimbulkan keraguan," ungkap Imron.

Untuk meminimalisasi hal itu, setidaknya dapat dilakukan dengan memilih properti yang dibangun oleh pengembang yang bonafid.

Untuk mengetahuinya, dapat melalui sejumlah pemberitaan yang telah ditulis media massa.

Dari sana dapat dilihat proyek mana saja yang telah digarap developer, baik yang sedang berproses, maupun yang sudah rampung.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.