Berlayar 17 Hari, Bentangan Tengah Jembatan Holtekamp Tiba di Jayapura

Kompas.com - 22/12/2017, 06:00 WIB
Bentang utama Jembatan Holtekamp saat diangkut dengan menggunakan kapal khusus, Minggu (3/12/2017).Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Bentang utama Jembatan Holtekamp saat diangkut dengan menggunakan kapal khusus, Minggu (3/12/2017).

JAYAPURA, KompasProperti - Setelah berlayar selama 17 hari dari Surabaya, akhirnya rangka bentangan tengah jembatan Holtekam yang dirakit di PT PAL Surabaya tiba di Jayapura, Kamis (21/12/2017) sekitar pukul 10.00 WIT.

Bentangan jembatan seberat 2.000 ton itu diangkut dengan kapal tongkang 300 fit, dengan menempuh perjalanan dengan jarak tempuh 3200 kilometer.

Kepada Balai Pembangunan Jalan dan Jembatan Wilayah XVIII Osman Marbun mengatakan, bentangan tengah jembatan ini memiliki panjang 112,5 meter dan lebar 21 meter dengan menelan anggaran Rp 943 miliar.

"Bentangan yang tiba ini baru satu, dan akan menyusul satu lagi, yang diperkirakan tiba tanggal 6 Januari 2018. Sebab, bentangan itu baru diberangkatkan dari Surabaya, tanggal 14 Desember. Kini posisinya masih berada di perairan Makasar," tutur Marbun, usai meninjau langsung kedatangan bentangan jembatan Holtekamp.

Menurut dia, kedatangan bentangan tengah jembatan ini lebih cepat dua minggu dari yang diperkirakan, karena awalnya diperkirakan tiba satu bulan, setelah berangkat dari Surabaya, 3 Desember 2017.

“Kami bersyukur saat ini menyaksikan langsung tibanya rangka bentangan tengah jembatan Holtekamp dari dikirim PT PAL Surabaya. Semua, ini berkat dukungan dan doa kita semua," kata Marbun.

Dia mengatakan, setelah rangka bentangan tengah jembatan ini tiba proses selanjutnya pemasangan, yang akan dilakukan pada 15 Januari 2018, dengan cara diangkat menggunakan crane yang rencananya tiba pada 6 Januari.

"Lifting akan dilakukan masing-masing pelengkung, sambil menunggu izin dari Komisi Keselamatan Jembatan sesuai analisis teknis dari para ahli di bidangnya,” jelasnya.

Marbun menambahkan, proses ini berjalan lebih cepat dari target sebagaimana kontrak dengan pihak konsorsium.

"Kontrak bentang tengah sampai September, tetapi kami harapkan Juni sudah rampung, agar sisa pekerjaan yang belum tuntas, yakni jalan pendekat dari Hamadi dan dari Holtekam 7,5 kilometer bisa rampung,” ungkap Marbun.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua, masih mengerjakan pembangunan jembatan penghubung, tinggal 300 meter.

Jembatan ini dapat digunakan hingga 1.000 tahun kemudian. Selain itu, secara teknis ketahanan jembatan sudah diuji terhadap gempa berkuatan 7,0 SR.

Untuk diketahui, Jembatan Holtekamp menjadi jembatan pertama terlebar di Indonesia dengan dua jalur empat lajur.


EditorHilda B Alexander

Close Ads X