MBR Sektor Informal Dapat Fasilitas Bangun Rumah

Kompas.com - 06/12/2017, 13:34 WIB
B Arimbi RamadhianiB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang bekerja di sektor informal dan berkeinginan memiliki rumah, tak perlu khawatir lagi tidak dapat mengakses pembiayaan perumahan formal.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) untuk memfasilitas MBR tersebut.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti mengatakan, pelaksanaan BP2BT ini berdasarkan bantuan berupa pinjaman dari Bank Dunia.

"BP2BT ini diberikan pada masyarakat bepenghasilan rendah (MBR) yang punya tabungan untuk memenuhi sebagian uang muka atau sebagian dana untuk pembangunan rumah," ujar Lana di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Menurut Lana, ini merupakan program terbaru yang memfasilitasi aksesibilitas masyarakat terhadap perumahan.

Selama ini, pemerintah telah menerapkan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB).

Namun, skema ini lebih banyak diakses oleh masyarakat formal atau yang memiliki penghasilan tetap bahkan sampai 90 persen.

"Sementara MBR yang pendapatannya tidak tetap belum dapat menikmati skim pembiayaan ini karena masa tenor yang cukup panjang dan penghasilan tidak tetap," jelas Lana.

Ia melanjutkan, BP2BT diterapkan berdasarkan dasar hukum Peraturan Menteri PUPR Nomor 18/PRT/M/2017.

Selain itu, dasar hukum lainnya adalah Keputusan Menteri PUPPR Nomor 857/KPTS/M/2017 tentang Zona Wilayah, Besaran Penghasilan Kelompok Saasaran, Batasan Saldo Terendah Tabungan Pemohon, Batasan Harga Rumah Tapak dan Sarusun atau Biaya Pembangunan Rumah Swadaya, Batasan Luas Tanah dan Luas Lantai Rumah, Batasan Dana BP2BT, dan Indeks Dalam Pelaksanaan BP2BT.

Program ini diperuntukkan bagi MBR yang sebelumnya telah menabung minimal selama 6 bulan untuk memenuhi sebagian uang muka atau sebagian dana untuk pembangunan rumah swadaya melalui bank.

Ini merupakan program kerja sama antara pemerintah bersama Bank Dunia melalui program National Affordable Housing Program (NAHP).

NAHP terdiri dari tiga komponen yaitu BP2BT dengan pinjaman 215 juta dollar AS, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dengan pinjaman 215 juta dollar AS dan bantuan teknis sebesar 20 juta dollar AS.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setiap Hari, Empat Korban Covid-19 Dimakamkan di San Diego Hills

Setiap Hari, Empat Korban Covid-19 Dimakamkan di San Diego Hills

Kawasan Terpadu
Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Konstruksi
Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun 'Little Singapore' di Tangerang

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun "Little Singapore" di Tangerang

Perumahan
Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Konstruksi
Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Konstruksi
Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode 'Dynamic Compaction'

Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode "Dynamic Compaction"

Konstruksi
Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Konstruksi
Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Berita
Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Konstruksi
BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

Berita
Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Berita
Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

Berita
Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Konstruksi
Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Apartemen
komentar di artikel lainnya
Close Ads X