Tol Layang Jakarta-Cikampek Butuh 200.000 Ton Pelat Baja

Kompas.com - 19/11/2017, 14:39 WIB
Pekerja mengerjakan pembangunan Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/10). PT Jasa Marga berencana melakukan penutupan sebagian lajur Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek di sekitar Kilometer 46 mulai Senin (9/10) malam, pada pukul 23.00 hingga 05.00 Wib karena akan ada pemasangan Pier Head jembatan layang proyek pembangunan tol layang Jakarta-Cikampek II (elevated toll). ANTARA FOTO/Risky Andrianto/ama/17 ANTARA FOTO/Risky AndriantoPekerja mengerjakan pembangunan Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/10). PT Jasa Marga berencana melakukan penutupan sebagian lajur Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek di sekitar Kilometer 46 mulai Senin (9/10) malam, pada pukul 23.00 hingga 05.00 Wib karena akan ada pemasangan Pier Head jembatan layang proyek pembangunan tol layang Jakarta-Cikampek II (elevated toll). ANTARA FOTO/Risky Andrianto/ama/17
|
EditorHilda B Alexander

YOGYAKARTA, KompasProperti - Dalam rencana pembangunan di berbagai daerah, baja merupakan salah satu material pokok yang dibutuhkan.

Perkembangan industri ini sangat penting untuk menyokong pembangunan infrastruktur, antara lain Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang dibangun PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Mas Wigrantoro Roes Setiyadi memgutarakan hal tersebut saat seminar bertajuk "Dari Engineer Muda untuk Kejayaan Kemaritiman dan Infrastruktur Indonesia" di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.

"PT KS memasok untuk membangun jalan tol layang Jakarta-Cikampek II sepanjang 37 kilometer. Total yang dibutuhkan 200.000 ton pelat baja," ujar Mas Wig melalui keterangan tertulis kepada KompasProperti, Minggu (19/11/2017).

Jalan tol layang ini menggunakan gelagar baja (steel box girder) yang berbeda teknologinya dengan menggunakan beton.

Menggunakan metode gelagar baja akan mengurangi jumlah tiang, dengan begitu pekerjaan bakal lebih cepat selesai.

Dalam paparannya, Mas Wig juga menyatakan, baja digunakan pada hampir seluruh sektor industri seperti manufaktur, konstruksi, dan pertahanan.

"Dengan industri baja akan tersedia pasokan bahan baku, utilisasi, dan energi pada industri hulunya. Selain itu industri hilir yang menggunakan material baja juga akan terjaga pasokannya," jelas Mas Wig.

Produk Krakatau Steel (KS) meliputi Hot Rolled Coil, Cold Rolled Coil, serta Wire Rod yang dibutuhkan dalam semua sektor infrastruktur seperti transportasi, jalan, pengairan dan air minum, minyak gas bumi, ketenagalistrikan, dan telekomunikasi serta informatika.

Untuk transportasi, produk baja KS digunakan dalam pembangunan gerbong, halte, tubuh dan suku cadang otomotif.

Sementara konstruksi jalan, rail guidem rambu-rambu, dan jembatan juga menggunakan produk baja. Untuk pengairan, pipa baja dibutuhkan untuk distribusi.

Selain itu, pipa minyak gas dan bumi, boiler, kilang minyak, tabung gas LPG pun banyak yang telah menggunakan produk baja KS sebagai bahan bakunya.

Terakhir produk baja juga diandalkan untuk membangun menara BTS dalam rangka kebutuhan Telekomunikasi dan Informatika.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X