Problematika Bus Transjakarta, Baut Copot, Reyot, sampai "Kebeler"

Kompas.com - 17/11/2017, 22:15 WIB
Pengendara sepeda motor menerobos masuk ke jalur Transjakarta di kawasan Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2017). Meski seringkali dilakukan razia oleh Polisi, sejumlah pengendara sepeda motor masih nekad melakukan pelanggaran dengan menerobos jalur Transjakarta. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPengendara sepeda motor menerobos masuk ke jalur Transjakarta di kawasan Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2017). Meski seringkali dilakukan razia oleh Polisi, sejumlah pengendara sepeda motor masih nekad melakukan pelanggaran dengan menerobos jalur Transjakarta.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Bagi Bowo, salah seorang karyawan media nasional, kemacetan di jalur bus Transjakarta hanyalah satu dari sedikit persoalan yang mewarnai moda transportasi yang sudah ada sejak era Gubernur Sutiyoso tersebut.

Sehari-hari, Bowo menggunakan bus Transjakarta jalur Koridor 3 Kalideres-Pasar Baru sebagai moda transportasinya. Ia memilih Transjakarta lantaran lebih efisien dari pada harus menggunakan sepeda motor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Waktu Tunggu Transjakarta Lama, Masyarakat Beralih ke Moda Online

Pada jam-jam sibuk, Bowo mengaku, tak mempersoalkan ritme bus Transjakarta. Hampir setiap menit bus Transjakarta bisa didapati. Namun tidak demikian saat malam hari.

"Biasanya kalau malam hari itu ritme kedatangan Transjakarta lebih lama. Bisa setengah jam sampai sejam. Terutama kalau sudah di atas pukul 22.00 WIB," kata Bowo kepada KompasProperti, Jumat (17/11/2017).

Meski tak sebanyak saat jam sibuk, menurut dia, jumlah penumpang pada malam hari biasanya masih cukup banyak.

Baca juga : Pentingnya Menjaga Sterilisasi Jalur Transjakarta

 

Persoalan lain yaitu kualitas armada bus yang digunakan pada malam hari kurang bagus dibandingkan saat jam sibuk.

"Pernah bahkan kepala gue kejatuhan baut pegangangan atas gara-gara lepas. Dan kabin bus itu suka bunyi kayak kendaraan reyot. Suka ngeri aja kalau orang yang naik lagi full, terus ambrol aja gitu sih," kata dia.

Bus transjakarta yang melayani angkutan malam hari (amari) di Halte Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014) malam. Terkait rencana pengoperasian bus selama 24 jam, Unit Pengelola (UP) Transjakarta telah resmi mengoperasikan 18 armada transjakarta amari sejak 1 Juni.WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHA Bus transjakarta yang melayani angkutan malam hari (amari) di Halte Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014) malam. Terkait rencana pengoperasian bus selama 24 jam, Unit Pengelola (UP) Transjakarta telah resmi mengoperasikan 18 armada transjakarta amari sejak 1 Juni.

Pengalaman serupa juga pernah dirasakan Direktur Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Yoga Adiwinarto saat menggunakan bus Transjakarta lama di Koridor 1 Blok M-Kota.

"Pernah pas cek bawah kursi, tangan itu kebeler (tergores)," kata dia.

Meski demikian, Yoga mengaku, kondisi bus Transjakarta sekarang sudah jauh lebih baik. Terutama, setelah sejumlah armada didatangkan dari pabrikan bus asal Eropa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.