Pentingnya Menjaga Sterilisasi Jalur Transjakarta

Kompas.com - 17/11/2017, 17:24 WIB
Bus transjakarta melintas di stasiun bank indonesia di Jalan MH Thamrin, Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1/2017). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGBus transjakarta melintas di stasiun bank indonesia di Jalan MH Thamrin, Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1/2017).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta jajaran PT Transjakarta mencari inovasi untuk mengatasi persoalan kemacetan yang dihadapi bus Transjakarta. Khususnya, di jalur yang terdampak kemacetan sebagai imbas pekerjaan sejumlah proyek infrastruktur.

Bus Transjakarta selama ini diketahui memiliki jalur tersendiri yang disebut busway. Secara teori, jalur khusus tersebut hanya diperuntukkan bagi bus Transjakarta.

Baca juga : Waktu Tunggu Transjakarta Lama, Masyarakat Beralih ke Moda Online

Namun dalam prakteknya, tak jarang kendaraan pribadi ikut nyelonong jalur tersebut atau mendapatkan diskresi dari aparat kepolisian untuk melaluinya.

"Gue masih maklumlah kalau jalur Transjakarta itu dipakai buat rombongan VVIP lewat. Tapi kalau kendaraan pribadi biasa yang masuk, enggak terima sih. Karena apa bedanya sama jalur biasa kan, macet-macet juga," keluh Bowo, salah seorang penumpang bus Transjakarta kepada KompasProperti, Jumat (17/11/2017).

Sehari-hari, Bowo mengakses jalur Koridor 3 yang menghubungkan Terminal Kalideres-Pasar Baru.

Karyawan salah satu perusahaan media nasional ini, tak menyoal bila aparat kepolisian memberikan diskresi untuk mengurai kemacetan. Namun yang juga harus dipikirkan imbas dari diskresi yang diberikan.

"Jalur Transjakarta ya seharusnya benar-benar buat Transjakarta, jangan buat yang lain apalagi kendaraan pribadi masuk di sana," kata dia.

Pengendara motor yang menyerobot jalur Transjakarta di Manggarai, Jakarta Selatan nampak mengangkat sepeda motornya melewati pembatas jalan saat penghindari petugas polisi. Selasa (17/10/2017).Twitter/TMC Polda Metro Pengendara motor yang menyerobot jalur Transjakarta di Manggarai, Jakarta Selatan nampak mengangkat sepeda motornya melewati pembatas jalan saat penghindari petugas polisi. Selasa (17/10/2017).

Sterilisasi jalur Transjakarta menjadi persoalan penting di tengah kepadatan arus kendaraan akibat pembangunan proyek infrastruktur.

Pasalnya, dengan sterilisasi pun, bus Transjakarta masih berpotensi terlambat untuk tiba di sebuah halte, apa lagi kalau tidak ada.

Direktur Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Yoga Adiwinarto mengatakan, saat ini ritme kedatangan bus Transjakarta untuk Koridor I Blok M-Kota masih cukup baik, yaitu antara 2 sampai 5 menit sekali. Baik itu pada saat jam sibuk pagi atau sore hari.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setiap Hari, Empat Korban Covid-19 Dimakamkan di San Diego Hills

Setiap Hari, Empat Korban Covid-19 Dimakamkan di San Diego Hills

Kawasan Terpadu
Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Konstruksi
Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun 'Little Singapore' di Tangerang

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun "Little Singapore" di Tangerang

Perumahan
Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Konstruksi
Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Konstruksi
Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode 'Dynamic Compaction'

Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode "Dynamic Compaction"

Konstruksi
Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Konstruksi
Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Berita
Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Konstruksi
BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

Berita
Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Berita
Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

Berita
Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Konstruksi
Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Apartemen
komentar di artikel lainnya
Close Ads X