Ini Cara Pemerintah Hapus Wajah Kumuh Kampung Nelayan

Kompas.com - 13/11/2017, 13:30 WIB
Penataan kampung nelayan Tegalsari oleh Kementerian PUPR. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRPenataan kampung nelayan Tegalsari oleh Kementerian PUPR.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mungkin dapat meniru cara pemerintah pusat dalam menata kampung nelayan.

Lewat Kementerian PUPR, pemerintah telah menetapkan sebelas kawasan pemukiman pesisir yang akan ditata. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya kini tengah dalam tahap konstruksi.

" Kampung nelayan Tegalsari merupakan bagian dari tiga lokasi penataan kawasan nelayan oleh Kementerian PUPR yang ditargetkan selesai tahun 2018. Dua lokasi lainnya adalah Kampung Sumber Jaya di Bengkulu dan Kampung Beting di Pontianak," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Minggu (12/11/2017).

Kawasan Nelayan Tegalsari merupakan kawasan kumuh di Kota Tegal seluas 27 hektar dan dihuni 2.456 jiwa yang sebagian besar adalah nelayan dengan tingkat kekumuhan sedang.

Kondisi jalan lingkungan bervariasi dengan lebar antara 1-3 m dan berkelok-kelok tanpa dilengkapi saluran drainase. Elevasi jalan sangat rendah, sehingga cenderung terjadi genangan pasca air pasang atau banjir rob.

Penataan kampung nelayan Tegalsari oleh Kementerian PUPR. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Penataan kampung nelayan Tegalsari oleh Kementerian PUPR.

Tingkat kepadatan bangunan di kawasan cukup tinggi sehingga rawan bencana kebakaran. Di kawasan ini terdapat ruang publik berupa lapangan namun sebagian titik digunakan untuk menjemur pakaian.

Persoalan lain yakni warga gemar membuang sampah sembarangan serta kerap buang air besar (BAB) di tepi sungai dan membuang limbah domestik ke sungai. Sementara, untuk sumber air minum, sebagian penduduk telah memanfaatkan air dari PDAM namun masih ada sebagian yang menggunakan air tanah dangkal yang tidak layak dikonsumsi.

Penanganan Kampung Tegalsari mulai diinisiasi pada Tahun 2015 dengan kolaborasi antara Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan Pemerintah Kota Tegal.

Komitmen Wali Kota Tegal dalam penanganan Kampung Tegalsari telah ditunjukkan dengan diterbitkannya SK Walikota Tegal Tahun 2014.

Pada Juli 2016, implementasi penanganan Kampung Tegalsari dimulai dengan pembangunan Tahap I yang meliputi antara lain turap dan penataan jalan lingkungan tepi air, drainase, jalan sekitar sekolah, MCK komunal, ruang terbuka hijau, dan jalan lingkungan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X