Basuki: Ke Depan Tak Perlu Pusat Belanja dan "Supermarket" Gede

Kompas.com - 30/10/2017, 22:00 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono Arimbi RamadhianiMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Perubahan lanskap perkotaan, tak hanya dipengaruhi oleh besarnya arus urbanisasi masyarakat dari pedesaan ke perkotaan. Tetapi juga perubahan gaya hidup masyarakat itu sendiri.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan hal itu saat diskusi bertajuk Kebijakan Hunian Layak dan Terjangkau di Pendopo Direktorat Jenderal Cipta Karya, Senin (30/10/2017).

Baca juga : Tergerus Bisnis Online, Iklan Ritel Konvensional Terus Menyusut

Salah satu perubahan itu, sebut dia, adalah gaya berbelanja para generasi milenial. Seiring perkembangan teknologi, saat ini sudah mulai banyak toko ritel berbasis daring (online) yang bermunculan.

Akibatnya, tak sedikit masyarakat yang pada akhirnya berbelanja secara daring, dari pada memilih mengunjungi toko tersebut secara fisik.

"Sekarang misalnya, offline shop banyak yang tutup. Nah ini mau kemana untuk bertahan?" kata Basuki.

Baca juga : Banyak Toko Tutup, Pemerintah Diminta Adil terhadap Ritel Online

Cara yang dapat dilakukan yaitu mengikuti perkembangan zaman dengan membuka toko daring. Dengan demikian, di masa depan para pelaku bisnis properti tak perlu lagi membangun pusat perdagangan skala besar.

"Mungkin juga tidak perlu lagi supermarket yang gede, tapi perlu pemikiran dalam rangka urbanisasi dan site plan perkotaan," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X