PT MRT Jakarta Resmi Kelola TOD di 8 Stasiun

Kompas.com - 16/10/2017, 13:35 WIB
Petugas melansir material menggunakan forklift di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017). Proyek MRT Jakarta memasuki tahap pemasangan rel dari Depo Lebak Bulus dan pada akhir 2017 tahap konstruksi akan mencapai 93 persen secara keseluruhan. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pd/17 ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIPetugas melansir material menggunakan forklift di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017). Proyek MRT Jakarta memasuki tahap pemasangan rel dari Depo Lebak Bulus dan pada akhir 2017 tahap konstruksi akan mencapai 93 persen secara keseluruhan. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pd/17
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 140 Tahun 2017, PT MRT Jakarta resmi ditunjuk sebagai operator utama pengelola kawasan Transit Oriented Development ( TOD) koridor 1 (utara-selatan) moda raya terpadu Jakarta.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah menyambut baik penugasan ini.

"Hal ini sejalan dengan penyusunan rencana induk pembangunan kawasan yang sedang kami susun bersama-sama dengan pihak terkait, baik pemerintah maupun swasta,” ujar Tubagus melalui keterangan tertulis, Senin (16/10/2017).

Menurut Tubagus, penugasan ini juga menjadi salah upaya pemerintah untuk menghadirkan negara dalam pengelolaan dan penataan kota sehingga memberikan rasa nyaman kepada setiap masyarakatnya.

Sebagai operator utama pengelola kawasan, PT MRT Jakarta mempunyai empat tugas utama. Tugas pertama, MRT mengoordinasikan pemilik lahan dan/atau bangunan dalam perencanaan dan pengembangan kawasan.

Kedua, MRT mendorong upaya percepatan pembangunan sarana dan prasana kawasan TOD sesuai Panduan Rancang Kota.

Selanjutnya, MRT mengoordinasikan pemilik lahan dan/atau bangunan, penyewa serta pemangku kepentingan lainnya dalam pengelolaan, pemeliharaan, dan pengawasan di Kawasan TOD.

Terakhir, MRT memonitor pelaksanaan pengembangan kawasan TOD, baik dalam hal perencanaan, pemeliharaan, maupun pengembangannya.

Kawasan TOD merupakan kawasan campuran permukiman dan komersial dengan aksesibilitas tinggi terhadap angkutan umum massal.

Kendaraan melintas di dekat proyek Mass Rapid Transit fase satu, kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (8/9/2017). PT MRT Jakarta menyatakan secara keseluruhan progres fisik MRT Jakarta telah mencapai 76,13 persen dengan rincian fisik stasiun layang dan depo Lebak Bulus mencapai 64,1 persen sementara stasiun bawah tanah Senayan-Bundaran HI mencapai 88,26 persen. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd/17.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Kendaraan melintas di dekat proyek Mass Rapid Transit fase satu, kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (8/9/2017). PT MRT Jakarta menyatakan secara keseluruhan progres fisik MRT Jakarta telah mencapai 76,13 persen dengan rincian fisik stasiun layang dan depo Lebak Bulus mencapai 64,1 persen sementara stasiun bawah tanah Senayan-Bundaran HI mencapai 88,26 persen. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd/17.
Dalam satu kawasan ini terdapat stasiun dan terminal angkutan umum massal sebagai pusat kawasan dengan bangunan berkepadatan tinggi.

Pengelolaan 8 kawasan TOD

Dalam pergub tersebut, terdapat 8 kawasan TOD di fase 1 koridor utara–selatan yang akan dikelola oleh PT MRT Jakarta.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X