UMKM yang Beroperasi di "Rest Area" Tol Trans Jawa akan Diseleksi

Kompas.com - 16/10/2017, 09:30 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono   dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyanyi di acara Dialog Nasional 4 Sukses Indonesiaku di Museum Ambarawa,   Kabupaten Semarang, Minggu (15/10/2017) pagi. kompas.com/ syahrul munirMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyanyi di acara Dialog Nasional 4 Sukses Indonesiaku di Museum Ambarawa, Kabupaten Semarang, Minggu (15/10/2017) pagi.
|
EditorHilda B Alexander

AMBARAWA, KompasProperti - Proyek Jaln Tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak, Jakarta, Semarang, hingga Surabaya pada Lebaran tahun 2018 ditargetkan selesai.

Menyikapi hal ini Kementerian Perhubungan RI akan mempersiapkannya dengan baik momen tersebut agar kehadiran jalan bebas hambatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, satu sisi pemudik harus mendapatkan kelancaran yang semakin baik. Namun sisi lainnya, pemerintah juga ingin kota-kota yang dilalui jalan tol tersebut harus mendapatkan manfaat finansial, ekonomi, dan sosial.

"Oleh karenanya di beberapa tempat secara khusus seperti di Brebes, Cirebon, Pekalongan juga Semarang, Salatiga memanfaatkan fungsi-fungsi reservasi area untuk dibangun UMKM yang selama ini menikmati lintasan perjalanan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur," ungkap Budi Karya di sela acara Dialog Nasional 4 "Sukses Indonesiaku" di Museum Ambarawa, Kabupaten Semarang, Minggu (15/10/2017) pagi.

Budi menjelaskan, beberapa waktu lalu Presiden RI Joko Widodo telah meminta pengelola jalan tol membuka kesempatan kepada UMKM di sepanjang jalur pantura untuk bisa berjualan di rest area  Jalan Tol Trans Jawa.

Suasana Gerbang Tol (GT) Salatiga Ruas Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H 7 Lebaran.KOMPAS.com/ RODERICK ADRIAN MOZES Suasana Gerbang Tol (GT) Salatiga Ruas Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H 7 Lebaran.
Permintaan ini disampaikan seiring banyak keluhan dari pedagang telor asin dan bawang di sepanjang pantura Brebes karena omset mereka merosot setelah jalur mudik beralih ke jalan tol. Demikian pula komoditas batik di Pekalongan.

"Oleh karenanya, kami mendapatkan beberapa masukan baik sifatnya mikro maupun makro dan masukan ini kami sampaikan ke Bapak Presiden. Ada suatu mekanisme yang baik dari Jawa Tengah yang secara konstruksi dapat memberikan makna lebih baik bagi bangsa," terang Budi.

Namun demikian, Budi meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan pengelola jalan tol untuk membuat sebuah aturan main yang saling menguntungkan bagi semua pihak.

Produk UMKM yang bisa dijual di rest area adalah produk-produk yang berkualitas serta dibutuhkan oleh pengguna jalan tol.

"Kalau semua UMKM dimasukan nggak bagus. Jadi katakanlah, nanti di Kendal, mau di Pekalongan, ada batik, batiknya dipilih yang bagus atau digilir itu. Kami serahkan kepada Pemprov untuk mengajukan proposal, ada kesempatan dan seleksi," jelasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X