Jokowi: Terlambat 25 Tahun, Harga Tanah Tembus Ratusan Juta Rupiah

Kompas.com - 13/10/2017, 18:30 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua dari kanan) didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung (paling kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua dari kiri), saat meresmikan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi ruas Kualanamu-Sei Rampah, Jumat (13/10/2017). KOMPAS.com/Hilda B AlexanderPresiden Joko Widodo (kedua dari kanan) didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung (paling kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua dari kiri), saat meresmikan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi ruas Kualanamu-Sei Rampah, Jumat (13/10/2017).
|
EditorHilda B Alexander

DELI SERDANG, KompasProperti - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur.

Selain untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain, infrastruktur perlu dipercepat mengingat harga lahan terus mengalami peningkatan.

Dia mencontohkan, pembangunan moda raya transportasi (MRT) di Jakarta khususnya pada bagian di bawah tanah yang terlambat 25 tahun.

"Kalau 25-30 tahun yang lalu sudah dimulai konstruksinya, harga tanah mungkin masih Rp 5 juta-Rp 10 juta per meter persegi. Sekarang ada yang Rp 90 juta-Rp 200 juta per meter persegi," ujar Jokowi saat peresmian Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi ruas Kualanamu-Sei Rampah, Sumatera Utara, Jumat (13/10/2017).

Menurut Jokowi, ketika harga tanah semakin mahal, maka biaya konstruksi juga ikut mahal. Dampak jangka panjangnya mulai terasa pada masa sekarang, ketika kemacetan di Jakarta sangat parah.

Tidak hanya membuat penduduknya stres, kemacetan juga mengakibatkan kerugian materil yang nilainya triliunan.

"Akibat kemacetan, di Jakarta setahun hilang Rp 28 triliun. Kalau itu dipakai untuk membangun, (hasilnya) sudah jadi berlipat-lipat," sebut Jokowi.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi meresmikan dua tol di Sumatera Utara, yaitu Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Medan-Binjai.

Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang diresmikan adalah seksi 2-6 dengan total panjang 41,7 kilometer dari total 61,7 kilometer.

Dengan total biaya Rp 6,3 triliun, pembangunan tol ini telah dimulai sejak 2015.

Pemegang konsesi Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi adalah konsorsium PT Jasa Marga Kualanamu Tol.

Perusahaan yang tergabung dalam konsorsium ini adalah PT Jasa Marga (persero) Tbk PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan kepemilikan sebesar 55 persen, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 15 persen, PT Waskita Karya (Persero) Tbk 15 persen dan PT Hutama Karya (Persero) 15 persen.

Sementara Medan-Binjai yang telah resmi beroperasi adalah seksi 2-3 dengan panjang 10,5 kilometer. Pembangunannya oleh Hutama Karya sudah dimulai sejak 2015 dengan investasi Rp 1,6 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X