Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jokowi: Terlambat 25 Tahun, Harga Tanah Tembus Ratusan Juta Rupiah

Selain untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain, infrastruktur perlu dipercepat mengingat harga lahan terus mengalami peningkatan.

Dia mencontohkan, pembangunan moda raya transportasi (MRT) di Jakarta khususnya pada bagian di bawah tanah yang terlambat 25 tahun.

"Kalau 25-30 tahun yang lalu sudah dimulai konstruksinya, harga tanah mungkin masih Rp 5 juta-Rp 10 juta per meter persegi. Sekarang ada yang Rp 90 juta-Rp 200 juta per meter persegi," ujar Jokowi saat peresmian Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi ruas Kualanamu-Sei Rampah, Sumatera Utara, Jumat (13/10/2017).

Menurut Jokowi, ketika harga tanah semakin mahal, maka biaya konstruksi juga ikut mahal. Dampak jangka panjangnya mulai terasa pada masa sekarang, ketika kemacetan di Jakarta sangat parah.

Tidak hanya membuat penduduknya stres, kemacetan juga mengakibatkan kerugian materil yang nilainya triliunan.

"Akibat kemacetan, di Jakarta setahun hilang Rp 28 triliun. Kalau itu dipakai untuk membangun, (hasilnya) sudah jadi berlipat-lipat," sebut Jokowi.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi meresmikan dua tol di Sumatera Utara, yaitu Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Medan-Binjai.

Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang diresmikan adalah seksi 2-6 dengan total panjang 41,7 kilometer dari total 61,7 kilometer.

Dengan total biaya Rp 6,3 triliun, pembangunan tol ini telah dimulai sejak 2015.

Pemegang konsesi Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi adalah konsorsium PT Jasa Marga Kualanamu Tol.

Perusahaan yang tergabung dalam konsorsium ini adalah PT Jasa Marga (persero) Tbk PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan kepemilikan sebesar 55 persen, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 15 persen, PT Waskita Karya (Persero) Tbk 15 persen dan PT Hutama Karya (Persero) 15 persen.

Sementara Medan-Binjai yang telah resmi beroperasi adalah seksi 2-3 dengan panjang 10,5 kilometer. Pembangunannya oleh Hutama Karya sudah dimulai sejak 2015 dengan investasi Rp 1,6 triliun.

https://properti.kompas.com/read/2017/10/13/183000521/jokowi-terlambat-25-tahun-harga-tanah-tembus-ratusan-juta-rupiah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar