Pembongkaran Pasar Cinde Langgar UU Cagar Budaya

Kompas.com - 05/10/2017, 18:10 WIB
Pasar Cinde yang merupakan salah satu bangunan kuno di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (14/5). Bangunan kuno di Palembang rawan lenyap. Sebab, dari sekitar 200 unit bangunan kuno di Palembang, belum ada satupun yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Hal ini membuat bangunan kuno tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk dilindungi sehingga sewaktu-waktu bisa dibongkar. Salah satu bangunan kuno yang akan dibongkar, yakni Pasar Cinde. Pasar yang terinsiparsi dari Pasar Johar di Semarang, Jawa Tengah karya arsitek Thomas Karsten itu akan diruntuhkan dan dibangun mall di atas reruntuhannya.

Kompas/Adrian Fajriansyah (DRI)
14-05-2017 KOMPAS / ADRIAN FAJRIANSYAHPasar Cinde yang merupakan salah satu bangunan kuno di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (14/5). Bangunan kuno di Palembang rawan lenyap. Sebab, dari sekitar 200 unit bangunan kuno di Palembang, belum ada satupun yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Hal ini membuat bangunan kuno tersebut tidak memiliki kekuatan hukum untuk dilindungi sehingga sewaktu-waktu bisa dibongkar. Salah satu bangunan kuno yang akan dibongkar, yakni Pasar Cinde. Pasar yang terinsiparsi dari Pasar Johar di Semarang, Jawa Tengah karya arsitek Thomas Karsten itu akan diruntuhkan dan dibangun mall di atas reruntuhannya. Kompas/Adrian Fajriansyah (DRI) 14-05-2017
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Pasar Cinde di Palembang, Sumatera Selatan, yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai cagar budaya, dibongkar.

Menurut Ketua Badan Pelestarian Arsitektur Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Aditya W Fitrianto, ada dua peraturan yang dilanggar dalam pembongkaran tersebut. Pertama, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

"Kedua, Surat Keputusan Wali Kota Palembang Nomor 179a/KPTS/DISBUD/2017 tentang Penetapan Pasar Cinde sebagai Cagar Budaya," kata Adit dalam keterangan tertulis yang diterima KompasProperti, Kamis (5/10/2017).

Kondisi Pasar Cinde setelah dibongkar, Kamis (5/10/2017).Komunitas Save Cinde Kondisi Pasar Cinde setelah dibongkar, Kamis (5/10/2017).

IAI, kata Adit, meminta agar pembongkaran Pasar Cinde segera dihentikan. Selain itu, ia meminta, agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan dan pengembang pasar tersebut, menaati rekomendasi yang dikeluarkan Tim Kajian Pelestarian.

"Ketiga, mengubah strategi pengembangan pasar dan fasilitas baru dalam kerangka Revitalisasi Pasar Cinde Terpadu," kata dia.

Terakhir, IAI meminta agar Pemprov Sumatera Selatan dan pengembang mengedepankan pembangunan kota berkelanjutan, dengan mempertahankan salah satu aset sejarah kota Palembang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi Pasar Cinde saat mulai dibongkar.Komunitas Save Cinde Kondisi Pasar Cinde saat mulai dibongkar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X