Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kejar 2019, Proyek Tol Manado-Bitung Dikerjakan 3 "Shift"

Kompas.com - 19/09/2017, 21:47 WIB
Arimbi Ramadhiani

Penulis

JAKARTA, KompasPropertiTol Manado-Bitung, Sulawesi Utara, masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional dengan total panjang jalan 39 kilometer.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, proyek ini penting untuk mempercepat waktu tempuh dari Manado menuju Bitung.

"Sesuai rencana akan selesai 2019, namun bila pembebasan lahan berjalan lancar, akan kita percepat," ujar Basuki melalui keterangan tertulis yang diterima KompasProperti, Selasa (19/9/2017).

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Basuki menuturkan, Tol Manado-Bitung akan meningkatkan konektivitas dari Kota Manado ke Pelabuhan Hub Internasional Bitung.

Selain itu, tol tersebut dibangun sebagai jalan alternatif, sengan estimasi waktu tempuh yang semakin singkat.

Beberapa tahun sebelumnya, waktu tempuh Manado-Bitung dan sebaliknya sekitar 90 menit hingga 120 menit, namun saat ini hanya membutuhkan waktu 45 menit.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

Tidak hanya waktu tempuh, risiko kecelakaan pada jalur yang ada juga semakin meningkat, seiring dengan tingginya arus lalu lintas kendaraan.

"Saya minta semuanya kerja 3 shift per hari, 7 hari per minggu. Kontraktor juga harus menambah peralatan dan tenaga kerja dan mengoptimalkan pekerjaan pada lahan yang sudah bebas," kata Basuki.

Terkendala lahan

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Riel Mantik memastikan dapat menyelesaikan Tol Manado-Bitung sesuai rencana.

Baca juga: 9 Buah yang Bantu Redakan Asam Urat secara Alami

Meski demikian, Riel tak menampik, beberapa faktor yang menghambat kelancaran pembangunan, antara lain pembebasan tanah.

"Kami berharap masyarakat pemilik tanah bisa mengikhlaskan tanahnya untuk digunakan bagi kepentingan umum dalam pembangunan jalan tol ini," jelas Riel.

Riel menegaskan, para pemilik tanah akan mendapat ganti rugi yang wajar berdasarkan penilaian tim independen.

Baca juga: Gempa M 5 Guncang Cilacap, Getaran Terasa hingga Jogja, Kebumen, Bantul, dan Pacitan

Untuk diketahui, pembangunan tol dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dari total 39 kilometer, tol ini dibagi menjadi 2 seksi. Seksi I Road Manado-Sukur-Airmadidi sepanjang 14 kilometer dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

Sementara Seksi 2 Airmadidi-Bitung sepanjang 25 kilometer dikerjakan BUJT yakni PT Jasa Marga Manado Bitung. 

Baca juga: Kisah Cucu, Istri yang Tertinggal Mobil di "Rest Area" Batang Saat Mudik Lebaran

Terkait pembebasan lahan, saat ini yang sudah bebas pada Seksi 1 adalah sebesar 65,39 persen sedangkan pada Seksi 2 sebesar 43,67 persen.

Perkembangan fisik

Pendanaan pembangunan Seksi I terbagi menjadi Segmen 1 Maumbi-Suwan (KM 0-KM 7) didanai APBN dan pinjaman dari Pemerintah China dengan nilai Rp 1,24 triliun.

Konstruksinya dilakukan oleh Sino Road and Bridge Group dengan perkembangan mencapai 8,43 persen.

Baca juga: Tengah Malam, Surya Sahetapy Tiba di Rumah Duka Ray Sahetapy

Sementara untuk pendanaan Segmen 2 Sukur-Tumaluntung yakni KM 7-KM 14 dibiayai oleh APBN MYC 2017.

Konstruksinya dibagi menjadi 5 bagian dan dikerjakan 5 kontraktor berbeda yakni PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, KSO PT Hutama Karya (Persero)-PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan KSO PT Nindya Karya (Persero)-BK.

Saat ini perkembangan fisik atau konstruksinya sebesar 21,03 persen.

Baca juga: Kecelakaan, Gran Max Habis Dipereteli Warga Tersisa Bodi dan Rangka

Untuk konstruksi seksi II yang dikerjakan PT Jasamarga Manado Bitung saat ini perkembangan fisiknya baru sebesar 3 persen.

Hal ini disebabkan masih adanya proses finalisasi desain ROW Plan Jalan Tol serta terkendala lahan yang belum bebas. 

Adapun PT Jasamarga Manado Bitung sahamnya dikuasai oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PP.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau