Kompas.com - 12/09/2017, 14:54 WIB
EditorLatief

Oleh karena itu, jangan abaikan peluang untuk memperoleh KPR yang bunganya cenderung turun. Tak perlu khawatir mengikuti tren tinggal di unit apartemen, karena inilah tuntutan perkotaan dan telah terbukti di semua belahan dunia.

Ditopang oleh pembangunan infrastrukur yang massif, percepatan pertumbuhan nilai ekonomi dari unit apartemen berdaya tahan tinggi menghadapi guncangan ekonomi. Tak masalah bila berlokasi di luar Jakarta yang sedang menghadapi kelangkaan lahan.

Top di Asia

Di masa mendatang, berkat infrastuktur memadai, Jakarta akan terintegrasi denga para "tetangganya". Dengan demikian, pikiran untuk memborong unit apartemen di luar negeri sesungguhnya makin tidak penting meskipun untuk investasi masa depan.

Ya, bukankah kawasan-kawasan di sekitar Jakarta juga sedang berkembang pesat sebagai kawasan permukiman modern dan pusat perekonomian sekaligus?

Singapura dan Australia yang selama ini menjadi tempat favorit para investor dari Indonesia dalam berbelanja unit apartemen dan rumah, harusnya bisa dikejar oleh kemajuan Jakarta dan para tetangganya.

Survei oleh Cushman & Wakefield menunjukkan, pada paruh pertama tahun lalu orang Indonesia memborong 189 properti, utamanya unit apartemen, dari berbagai kategori di Singapura. Angka itu naik 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Betapa cerahnya masa depan investasi properti di Jakarta tampak dari survei yang dirilis Forbes. Tahun lalu kawasan ini telah masuk Top 10 kota di Asia untuk investasi di sektor properti.

Dengan pembangunan infrastruktur yang massif dan lebih cepat, serta bebagai kemudahan administrasi oleh pemerintah peringkat ini memiliki peluang besar untuk naik secara signifikan.

Sekarang saja, nilai jual unit apartmen cenderung menguat dengan cepat. Banyak juga pemilik unit aparteman yang dibeli lewat KPK memperoleh keuntungan dengan miliknya. Di tengah kelangkaan lahan di Jakarta, hal semacam akan terus belangsung dalam waktu lama karena lahan masih luas dan pembangunan makin lancar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.