Wamenkeu Dorong Perbankan Sekuritisasi KPR

Kompas.com - 07/09/2017, 17:30 WIB
Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (26/9/2016). Iwan Supriyatna/KOMPAS.comWakil Menteri Keuangan, Mardiasmo di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (26/9/2016).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

NUSA DUA, KompasProperti - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo melihat, sektor perbankan masih ragu melakukan sekuritisasi aset Kredit Pemilikan Rumah ( KPR). Padahal, sekuritisasi sektor tersebut, kususnya bagi perumahan kelas menengah ke atas memiliki risiko kecil.

"Kalau yang sifatnya umum (non-MBR), seharusnya sudah bisa disekuritisasi lewat pasar modal. Yang membeli nanti pasar modal kan tidak hanya orang tertentu. Kita ingin inclusiveness, bukan exclusive lagi," kata Mardiasmo usai kegiatan 4th Asian Fixed Income Summit (AFIS) 2017 di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/9/2017).

Dengan sekuritisasi, Mardiasmo mengatakan, perbankan sebenarnya bisa mendapatkan keuntungan.

Pasalnya, sekuritisasi bisa mendatangkan uang segar bagi perbankan, yang dapat diputar kembali untuk disalurkan lagi ke dalam kredit perumahan lainnya.

Terlebih, saat ini angka kebutuhan rumah atau backlog  masih cukup tinggi, yaitu mencapai 11,4 juta unit. 

"Pak Presiden juga berharap dengan cara seperti itu, kita bisa mendapatkan dana lagi, dana segar, untuk kemudian diputar lagi. Karena backlog-nya masih cukup besar," kata Mardiasmo.

Selain mendorong sektor perbankan, dia juga meminta para pengembang jbekerja ekstra dalam memastikan ketersediaan pasokan rumah.

Pemerintah sejauh ini telah mencanangkan Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah untuk mengejar angka backlog. Namun realisasi di lapangan, banyak pengembang daerah yang tak dapat memenuhi pasokan rumah.

"Ini harus didorong supaya dipercepat. Kalau melihat jumlah penduduk Indonesia, ini harus dikejar," kata Mardiasmo.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X