Kompas.com - 14/07/2017, 20:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Pemerintah memangkas anggaran subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Semula, pemerintah menganggarkan dana FLPP Rp 9,7 triliun. Kemudian, dana tersebut dipangkas sebesar Rp Rp 6,6 triliun menjadi Rp 3,1 triliun.

Untuk menyiasati kurangnya anggaran FLPP, pemerintah berencana menunjuk PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).

"Tahun ini kami punya tugas khusus untuk mengurangi porsi pemerintah (untuk pembiayaan FLPP)," ujar Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo saat jumpa pers di Grha SMF, Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Ananta menjelaskan, selama ini dana yang sudah dikeluarkan pemerintah memang sangat kecil dibandingkan kebutuhan perumahan secara Nasional.

Untuk mengatasi hal itu, pemerintah pun melakukan kajian bagaimana SMF dapat membantu mengurangi porsi pembiayaan perumahan.

"Kajian itu sudah selesai, tetapi kami menunggu berapa Penyertaan Modal Negara (PMN) yang disalurkan ke SMF. Baru nanti kami terbitkan obligasi di pasar modal, cost of fund kami blending," tutur Ananta.

Seperti diketahui, untuk pembiayaan perumahan melalui FLPP pemerintah memegang porsi 90 persen sementara bank hanya 10 persen.

Untuk mengurangi porsi pembiayaan dari pemerintah menjadi 85 persen, maka pembiayaan bank harus ditingkatkan menjadi 15 persen.

"Tetapi tetap SMF itu agar uangnya bisa dipakai, harus disalurkan lewat bank. Yang jelas konsepnya sudah jalan, tinggal volumenya saja yang ditambah," pungkas Ananta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.