Revitalisasi Kota Tua Dongkrak Properti di Ancol Barat

Kompas.com - 17/04/2017, 09:59 WIB
Kota Tua kini tampak rapi dan bebas dari pedagang kaki lima (PKL). Foto diambil Rabu (19/10/2016). Kompas.com/David Oliver PurbaKota Tua kini tampak rapi dan bebas dari pedagang kaki lima (PKL). Foto diambil Rabu (19/10/2016).
EditorLatief

Jakarta, KompasProperti - Rencana revitalisasi Kota Tua yang ditargetkan rampung dalam lima tahun ke depan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dinilai akan mengangkat potensi penjualan properti di kawasan sekitarnya, terutama di kawasan Ancol Barat. 

"Potensi itu akan memperkuat nilai yang sudah lebih dulu diangkat melalui pembangunan pelabuhan baru atau Newport Priok. Ini akan menjadikan investasi di sektor properti, terutama apartemen, menjadi lebih tinggi," ujar Ratdi Gunawan, Marketing Consultant Grand Marina Ancol Hotel & Residence, Minggu (16/4/2017).

Kawasan Ancol Barat merupakan kawasan yang kini dikelilingi perumahan mewah yang harganya sudah tembus puluhan miliar. Banyak hotel sudah dibangun di kawasan itu, antara lain Aston, Mercure dan Discovery Hotel yang tak jauh dari pusat rekreasi Taman Impian Jaya Ancol dan pertokoan Mangga Dua dan wisata sejarah Kota Tua.

"Kulau kita menanam investasi di suatu properti yang ke depannya di lokasi properti itu memiliki rencana pengembangan kawasan, otomatis akan mendongkrak nilai investasi properti di sekitar kawasan itu. Kenaikannya investasinya bisa tembus 30 persen, kalau Newport sudah jadi, ditambah revitalisasi ini," ujar Ratdi.

Adapun proyek Grand Marina Ancol dibangun di tepi pantai, mengusung konsep hotel dan residesial. Apartemen yang terintegrasi dengan hotel bintang empat Best Western ini berdiri di lahan 10.000 m2.

Dok Grand Marina Ancol Grand Marina Ancol di kawasan Ancol Barat.
Ratdi mengatakan pihaknya membangun dua menara apartemen setinggi 29 lantai. Untuk harga perdana yang dipasarkan senilai Rp 700 juta per unit.

Sebelumnya diberitakan, rencana besar pengembangan New Tanjung Priok kelak akan menjadikan Tanjung Priok sebagai pelabuhan hub ekspor-impor Indonesia. Namun, rencana itu tidak akan menggantikan pelabuhan Kuala Tanjung yang rencananya juga bakal menjadi pelabuhan hub pula.

Dengan rencana itu, lanjut Ratdi, kawasan Jakarta Utara, akan menjadi kawasan prospektif dengan demand properti yang tinggi, terlebih properti hunian semakin hari sangat membutuhkan lahan dan kawasan nyaman dan aman dengan lokasi strategis. Akses pun makin terbuka lebar karena mudah dijangkau bagi konsumen dengan mobilitas tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.