China Ingin Jadikan Indonesia sebagai Basis di Asia Tenggara

Kompas.com - 23/12/2016, 20:30 WIB
Model berfoto dengan miniatur kereta cepat milik China pada pameran Kereta Cepat dari Tiongkok (China) di Senayan City (Sency), Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015). TRIBUNNEWS/JEPRIMAModel berfoto dengan miniatur kereta cepat milik China pada pameran Kereta Cepat dari Tiongkok (China) di Senayan City (Sency), Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dilakukan atas kerjasama antara Indonesia-China melalui PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Dalam kerjasama tersebut, kepemilikan saham China adalah sebesar 40 persen sementara Indonesia 60 persen.

China Development Bank (CDB) memberikan kemudahan pinjaman untuk membiayai proyek ini.

"China betul-betul ingin masuk (investasi) di Indonesia. Mereka ingin jadikan Indonesia basis mereka di Asia Tenggara," ujar Direktur Keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika, Steve Kosasih di kantornya, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

China menganggap Indonesia sebagai etalase Asia Tenggara, menyusul terbangunnya seluruh infrastruktur di sana.

Kondisi ini membuat Negeri Tirai Bambu itu tak dapat lagi mengembangkan infrastruktur, sehingga pertumbuhannya tercatat negatif.

Menurut Steve, jalan-jalan di China sudah bagus. Hampir semua tempat di sana telah dilewati kereta atau urban rail transit.

"Sebaliknya, mereka masih punya modal besar dan teknologi yang bagus. Kalau mereka tidak berbuat sesuatu, bisa pada bangkrut," kata Steve.

Berdasarkan hal tersebut, tutur dia, China memberikan berbagai fasilitas kemudahan pinjaman untuk KCIC.

Salah satunya, dengan tenor pengembalian yang panjang dan rendahnya tingkat suku bunga flat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X