Kompas.com - 14/10/2016, 09:30 WIB
Para Ibu antusias memanfaatkan akses air bersih di depan rumah mereka di Desa Beriri Jarak dan Desa Kembang Kerang Daya, Lombok Timur, untuk keperluan air minum dan sanitasi. Para Ibu antusias memanfaatkan akses air bersih di depan rumah mereka di Desa Beriri Jarak dan Desa Kembang Kerang Daya, Lombok Timur, untuk keperluan air minum dan sanitasi.
|
EditorHilda B Alexander

 

MATARAM, KOMPAS.com – Mengacu kepada target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 2019, masyarakat harus memiliki akses terhadap air minum.

Berdasarkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2013-2018, capaian layanan air minum untuk perkotaan adalah sebesar 87,56 persen dan pedesaan sebesar 81,87 persen.

Untuk mencapai target RPJMN, pembangunan sarana air minum menjadi salah satu program prioritas.

Selain itu, hal ini juga menjadi salah satu program terobosan Pemerintah Provinsi NTB untuk pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) no 6, menyangkut pemenuhan kebutuhan air minum.

"Penyediaan kebutuhan air minum dan sanitasi di NTB adalah salah satu tantangan pembangunan saat ini. Terbatasnya akses terhadap sarana air minum dan sanitasi dasar yang layak berdampak terhadap tingkat kesehatan dan produktivitas masyarakat," ujar Gubernur NTB Zainul Majdi saat diskusi media dalam rangka Program Peningkatan Akses Air Minum dan Penyehatan Lingkungan oleh AQUA di NTB, Kamis (13/10/2016).

Zainul memberi apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi untuk mengatasi tantangan tersebut, termasuk swasta yang juga membantu pemerintah.

Menurut dia, kemitraan multi pihak merupakan salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan program di NTB.

Dalam partisipasi Aqua sebagai swasta yang meembeeri bantuan, melakukan berbagai macam kegiatan sejak 2007.

Sustainable Development Manager Danone Aqua Okta Fitrianos, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat di seluruh Indonesia dalam mendapatkan akses air minum, sanitasi dan penyehatan lingkungan.

"Program ini kami implementasikan di berbagai wilayah operasional maupun di lokasi yang memang membutuhkan, termasuk di NTB,” tutur Okta.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.