REI Minta Pemerintah Luncurkan Skema FLPP Tahap Dua

Kompas.com - 03/08/2016, 19:30 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Real Estat Indonesia (REI) menyarankan pemerintah untuk kembali meluncurkan program subsidi perumahan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahap kedua.

Saran ini muncul lantaran tingginya permintaan perumahan subsidi dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Tingginya permintaan tersebut, tak diimbangi dengan ketersediaan dana yang cukup dan bisa diakses oleh pengembang guna membangun rumah bagi MBR.

Karena itu, FLPP tahap kedua pun diharapkan segera bergulir. Terlebih sampai saat ini masih banyak masyarakat bukan golongan MBR belum memiliki rumah.

"Kami meminta, mestinya ada FLPP paket dua yang diberikan ke MBR yang gajinya Rp 4 juta-Rp 8 juta. Itu tergolong MBR jika tinggal di kota," kata Ketua Umum REI Eddy Hussy, di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Imbasnya, lanjut Eddy, jika harganya tidak disesuaikan dengan mereka yang hidup di perkotaan maka suplai perumahan bakal berkurang.

MBR yang dimaksud Eddy itu adalah mereka dengan profesi PNS, TNI, atau Polri dan yang menghabiskan waktu kerja dan hidupnya di area perkotaan.

Penyesuaian harga pun perlu dilakukan pemerintah untuk FLPP jilid dua ini. Sekarang harga rumah subsidi ditaksir Rp 140 juta sampai Rp 180 juta.

"Maka harganya mungkin bisa ditambah dari rentang Rp 180 juta-Rp 250 juta dan Rp 250 juta ke Rp 400 juta. Nah mereka ini tinggal pilih sesuai gaji yang mereka terima," ujar Eddy.

Terkait realisasi FLPP tahap dua ini Eddy mengaku sudah melakukan semacam focus group discussion (FGD) dan tinggal menunggu kepastian dari pemerintah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X