Kompas.com - 27/07/2016, 19:00 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau proyek pembangunan stasiun bawah tanah MRT, di Senayan, Jakarta, Rabu (23/12/2015). Indra Akuntono/KOMPAS.comPresiden Joko Widodo meninjau proyek pembangunan stasiun bawah tanah MRT, di Senayan, Jakarta, Rabu (23/12/2015).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan mass rapid transit (MRT) di Jakarta diakui terlambat. Padahal, wacana MRT sudah muncul sejak 1986.

Meski demikian, menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami, ada keuntungan di balik keterlambatan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, MRT Jakarta dibangun dengan sistem teknologi terkini, yaitu Automatic Train Operation (ATO).

"Kalau dulu kita sudah mulai, mungkin kita harus upgrade ke sistem ini. Karena kalau boleh dikatakan, ini sistem terakhir di dunia," ujar Dono di Kantor MRT Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Ia mengatakan, sistem ini menjadi idaman perusahaan sejenis di perkertaapian karena dinilai sangat aman.

Dono bahkan menyebut fitur terbaik ATO adalah dari sisi keamanannya. Hal ini disebabkan, sistem ini lebih banyak dikontorol oleh manusia.

"Tetap ada manusia untuk kontrol operasionalnya. Tapi itu sudah secara otomatis," kata Dono.

Ia mencontohkan, jeda waktu di antara dua rangkaian MRT diatur selama 5 menit. Dono menjamin, setiap 5 menit kereta akan tiba.

Hal tersebut sangat mungkin karena kereta akan melakukan penyesuaian secara otomatis terhadap kecepatan dan jarak di antara rangkaian untuk mencapai stasiun tiap 5 menit.

Kecanggihan teknologi ini juga dapat dilihat dari masinis yang tidak langsung mengemudikan kereta.

Selain ATO, teknologi lain MRT Jakarta adalah dari sisi persinyalan yang menggunakan Communication Based Train Control atau CBTC.

"CBTC ini tergolong baru, bahkan MRT Sidney, Australia baru akan bermigrasi ke teknologi ini di 2017 atau paling lambat 2018," sebut Dono.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.