Kompas.com - 27/07/2016, 15:30 WIB
Aktivitas pekerja di proyek pengeboran terowongan untuk angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (29/10). Saat ini pengeboran telah mencapai jarak sekitar 120 meter menuju stasiun Senayan. KOMPAS/PRIYOMBODOAktivitas pekerja di proyek pengeboran terowongan untuk angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (29/10). Saat ini pengeboran telah mencapai jarak sekitar 120 meter menuju stasiun Senayan.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Konstruksi mass rapid transit (MRT) meliputi pembangunan terowongan jalur bawah tanah (tunnel) mulai dari Senayan sampai Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga sekarang masih terus dikebut pekerjaannya.

Pembangunan ini menggunakan empat mesin bor bawah tanah pada paket pekerjaan konstruksi bawah tanah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami sekarang sedang tunneling work (membangun terowongan). Panjangnya 3.412,5 meter. Rencananya pekerjaan tunneling selesai pada akhir tahun 2016," ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami, di Kantor MRT Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Dalam pekerjaannya di lapangan, dua mesin bor dioperasikan dari arah selatan ke arah utara, yaitu Patung Pemuda Senayan.

Sementara dua mesin bor bawah tanah lainnya dioperasikan dari arah utara (Bundaran HI) menuju arah selatan.

Mesin bor pertama (Antareja) mulai digunakan sejak bulan September 2015, sedangkan mesin bor kedua Antareja II sejak bulan November 2015.

Bor Antareja berhasil membuat terowongan jalur MRT bawah tanah sampai dengan Stasiun Istora dengan total panjang 934,5 meter.

Sedangkan untuk bor Antareja II telah berhasil membuat terowongan jalur MRT bawah tanah sampai dengan Stasiun Istora dengan total panjang 930 meter.

Saat ini mesin bor pertama, Antareja dan mesin bor kedua, Antareja II, tengah digunakan untuk melanjutkan pekerjaan pengeboran dari Stasiun Istora menuju Stasiun Bendungan Hilir.

Indra Akuntono
Per 26 Juli 2016, bor Antareja telah berhasil membuat terowongan dari Stasiun Istora menuju Bendungan Hilir sepanjang 342 meter. Sedangkan mesin bor Antareja II sudah membuat terowongan dari Stasiun Istora menuju Bendungan Hilir sepanjang 82,5 meter.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.