Kompas.com - 03/06/2016, 11:11 WIB
|
EditorLatief

Merujuk pendapat Ali, properti di kawasan transportasi massal memang bisa membawa untung beberapa kali lipat.

"Paling tidak, kenaikan harga properti bisa terjadi dua kali. Pertama, saat ada rencana pembangunan. Lalu, kedua, setelah proyek jadi," tambah Ali.

Biasanya, sebelum transportasi massal beroperasi, rata-rata kenaikan harga properti di daerah-daerah tersebut hanya naik sekitar 10 persen dampai 15 persen per tahun. Namun, jika transportasi publik telah beroperasi, kenaikannya lebih besar lagi.

"Kenaikannya bisa berkisar 15 persen sampai 20 persen. Dengan catatan, proyek sudah beroperasi," ujar Associate Director Ray White Indonesia, Erwin Karya.

Keuntungan lainnya, keberadaan properti yang dekat dengan transportasi massal atau tol laiknya magnet. Itulah kenapa, pada iklan-iklan properti, fasilitas itu menjadi "jualan" pengembang. Contohnya, hanya 10 menit dari gerbang tol atau hanya 15 menit menuju bandara.

Untuk kawasan Aeropolis, keberadaan dekat dengan bandara sudah menjadi nilai lebih. Nah, pembangunan jalur kereta ekspres dan ruas tol menjadi dua penambah nilai yang lain di samping lokasinya sudah bisa diakses lewat jalan alteri Tangerang.


Belum lagi, lingkungan bandara pada dasarnya sudah ramai, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu yang memiliki proyeksi cerah. Maka, bukan niscaya kalau pembangunan infrastruktur selesai, nilai investasinya makin melambung. (Baca:Ada Apa Setelah Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta?)

"Pada 2012 harga lahan di sekitar Bandara Internasional Soekarno Hatta hanya Rp 1 juta per meter persegi. Kini, harganya sudah mencapai Rp 20 juta per meter persegi.  Melambung berpuluh-puluh kali lipat," ujar direktur proyek Aeropolis Didik Riyanto pada Kompas.com, Selasa (31/5/2016).

Berdasarkan data yang diperoleh  dari berbagai agen properti, harga lahan di sekitar bandara tumbuh variatif, mulai 10 persen, hingga berkali-kali lipat lebih banyak bila letaknya semakin dekat dengan bandara.

Keberadaan Aeropolis yang notabene berada di sisi barat Bandara Soekarno-Hatta  atau kurang lebih berjarak 1 kilometer dari stasiun bandara, menbuatnya memiliki nilai investasi yang jauh lebih tinggi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.