Penulis
"Ia bahkan telah menunjukkan prestasi dalam melestarikan Gereja Katedral Jakarta di Lapangan Banteng dan Gedung Museum Arsip Nasional di Jalan Gajah Mada," sebut Marco.
Selain sukses melestarikan dua gedung di atas, dia juga berkontribusi melestarikan Gedung Bank Indonesia Jakarta Kota, dan Gereja Immanuel.
Untuk sumbangannya di bidang budaya, dia mendapatkan penghargaan Profesor AA Teeuw, guru besar kajian budaya Indonesia di Universitas Leiden, Belanda.
Penghargaan itu diberikan dua tahun sekali sejak 1992 kepada warga Indonesia yang dinilai berjasa meningkatkan hubungan kebudayan kedua negara.
Prestasinya di bidang arsitektur juga membuahkan penghargaan International Award of Excellence Unesco Asia Pasific Heritage untuk bangunan gedung Museum Arsip Nasional.
Karya Han lainnya ialah kampus Universitas Katolik Atma Jaya di Semanggi dan Gedung Sekolah Pangudi Luhur di Kebayoran Baru.
Han juga terlibat dalam pembangunan Gedung Conefo 1964-1972, yang kemudian dikenal dengan Gedung DPR-MPR.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.