Bernardus Djonoputro
Ketua Majelis Kode Etik, Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP)

Bernardus adalah praktisi pembiayaan infrastruktur dan perencanaan kota. Lulusan ITB jurusan Perencanaan Kota dan Wilayah, dan saat ini menjabat Advisor Senior disalah satu firma konsultan terbesar di dunia. Juga duduk sebagai anggota Advisory Board di Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung ( SAPPK ITB).

Selain itu juga aktif sebagai Vice President EAROPH (Eastern Region Organization for Planning and Human Settlement) lembaga afiliasi PBB bidang perencanaan dan pemukiman, dan Fellow di Salzburg Global, lembaga think-tank globalisasi berbasis di Salzburg Austria. Bernardus adalah Penasehat Bidang Perdagangan di Kedubes New Zealand Trade & Enterprise.

Jokowi, Kembalilah Membangun Sesuai Rencana Tata Ruang!

Kompas.com - 01/04/2016, 16:25 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorWisnubrata

Cabut Aturan yang Saling Kontradiksi

RTR adalah panduan pembangunan yang harus diacu, yang disusun untuk jangka waktu 20 tahun. Acuan ini memiliki sekian banyak program yang harusnya dilaksanakan untuk dapat mewujudkan struktur dan pola ruang yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

Percepatan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing Indonesia harus didukung, tetapi bukan dengan prosedur potong kompas dan mengabaikan RTR sebagai matra spasial pembangunan.

Apabila Pemerintah membutuhkan penyesuaian RTR, maka ubahlah terlebih dulu aturan mainnya, yaitu UU Nomor 26/2007, bukan kemudian malah mengeluarkan aturan yang mengesankan RTR sebagai penghambat investasi.

Setiap stakeholder memiliki hak untuk memanfaatkan ruang, dan kegiatan penyusunan tata ruang adalah proses yang terbuka dan partisipatif.

Oleh karena itu, apabila kebijakan energi 35 megawatt, kereta cepat Jakarta-Bandung, tol laut, dan sebagainya ingin diimplementasikan, ikutilah arahan dan ketentuan yang sudah ditetapkan dalam RTR.

Kalau tidak sesuai, ajukanlah revisi sesuai dengan aturan yang berlaku, bukan malah membuat aturan sendiri.

Pemerintah dalam hal ini Presiden dan menteri-menterinya harus segera menempatkan pengaturan ruang untuk darat-kehutanan, laut, dan udara, ke dalam satu mahzab pendekatan pembangunan secara harmonis.

Menempatkan kembali RTR  sebagai matra spasial pembangunan melalui pencabutan Surat Edaran Menko Perekonomian No. S-163/M.EKON/07/2015 tentang Peninjauan Kembali dan Revisi RTRW Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Lebih jauh, harus segera dilakukan revisi Perpres Nomor 3/2016 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional, khususnya pasal 19 ayat 2, yang mengatur penyesuaian RTR hanya atas nama rencana strategis, adalah sebuah pola berpikir destruktif dalam jangka panjang.

Walaupun dapat dimafhumi ada penganut “plan as you proceed” di kalangan birokrasi dan teknokrat kita, tetap pemerintah harus menempatkan mahzab perencanaan yang mumpuni dalam prosesnya.

Kembalilah membangun berdasarkan rencana. Di mana Menko Perekonomian, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Menko Maritim, dan Menteri Bappenas?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.