Asosiasi Pesaing REI, Resmi Dibentuk

Kompas.com - 09/03/2016, 14:00 WIB
Pemandangan Danau Toba di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu (19/4/2015). Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia yang tercipta dari hasil letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) pada 75.000 tahun silam. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESPemandangan Danau Toba di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu (19/4/2015). Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia yang tercipta dari hasil letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) pada 75.000 tahun silam.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Perusahaan Pemukiman, Perumahan, Kawasan Industri dan Pariwisata (GAPERKIP) baru saja diresmikan di Jakarta, Selasa, (8/3/2016).

Perkumpulan ini bertujuan untuk menjadi mitra sejajar dengan beberapa asosiasi yang sudah ada dan mitra pemerintah dalam membangun Bangsa Indonesia. Sebelumnya sudah ada asosiasi serupa yakni Real Estat Indonesia (REI).

"Di era demokrasi ini, kita berpikir keras. Asosiasi industri ada, perumahan ada, wisata ada, tapi mereka jalan sendiri-sendiri. Kita ingin jalan sama-sama, berkolaborasi," ujar Dewan Pimpinan Nasional GAPERKIP Achyaruddin Yusuf kepada Kompas.com, Selasa (8/3/2016).

Asosiasi ini, kata Achyar, memudahkan para pengembang untuk mendesain perumahan sekaligus hotel di dalam satu kawasan wisata atau industri. Dalam asosiasi ini, pengembang perumahan dan pengembang kawasan wisata bisa menjalin komunikasi yang lebih intens.

Di kawasan industri dan wisata, tentu membutuhkan juga perumahan. Ia mencontohkan wisata Tanjung Lesung, Banten, yang telah didaulat sebagai prioritas destinasi wisata. Tidak hanya resor, tetapi perumahan juga butuh pengembangan serius.

Untuk kawasan wisata yang dikelola dengan baik, dibutuhkan staf-staf. Para staf ini sudah tentu memerlukan hunian yang layak.

"Dulu mereka-mereka ini ditempatkan di asrama. Tapi kan orang pasti kawin dan beranak, tidak manusiawi sekali kalau semua di asrama," tutur Achyar.

Kehadiran GAPERKIP dinilai penting mengingat bertumbuh pesatnya sektor Industri Perumahaan dan Pariwisata Indonesia.

Angka kunjungan wisata yang ditargetkan meningkat pada 2019, tentunya akan diikuti oleh peningkatan sektor pariwisata lainnya, khususnya pengembangan kawasan pariwisata baik berupa resot, hotel yang berkelas dan juga insfrastruktur penunjang pariwisata lainnya di berbagai daerah.

Perkembangan ini juga didorong oleh pemerintah yang mempersiapkan 10 wilayah sebagai destinasi pariwisata baru di luar Bali, yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kawasan Borobudur (Jawa Tengah), Bromo-Tengger-Semem (Jawa Timur), Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), Morotai (Maluku Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Belitong (Bangka Belitung), dan Tanjung Lesung (Banten).

Dari sektor real estate, perkembangan tidak hanya pada properti hunian tetapi juga terjadi kecenderungan peningkatan kawasan industri yang dicanangkan pemerintah yang akan dibuka di berbagai wilayah potensial di Indonesia.

Hal ini dipicu oleh perkembangan populasi pekerja dan pertumbuhan perusahaan yang berkembang di kawasan industri. Terlebih pemerintah terus mendorong untuk pembangunan perumahan dengan program nasional "Sejuta Rumah“.

Kehadiran GAPERKIP diharapkan dapat berkontribusi terhadap perkembangan sektor properti dan pariwisata, dengan memberikan naungan bagi para pihak yang bergerak di bidang penyelenggaraan perumahan, pemukiman, kawasan industri dan pariwisata dan jasa real estate lainnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X