Kompas.com - 03/03/2016, 09:40 WIB
Teknologi Vacuum Consolidation Method (VCM) digunakan dalam pembangunan Jalan tol Trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya (Palindra). Teknologi ini untuk mengurangi kadar air maupun kadar udara dalam tanah. Dokumentasi Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPRTeknologi Vacuum Consolidation Method (VCM) digunakan dalam pembangunan Jalan tol Trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya (Palindra). Teknologi ini untuk mengurangi kadar air maupun kadar udara dalam tanah.
EditorHilda B Alexander

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pertama di Indonesia, teknologi Vacuum Consolidation Method (VCM) digunakan untuk membangun konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya (Palindra).

Teknologi ini dipilih untuk mengurangi kadar air dan kadar udara dalam tanah di lokasi pengembangan jalan tol yang merupakan daerah rawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Thomas Setiabudi Aden menjelaskan, penggunaan teknologi dalam pembangunan jalan adalah pilihan. Pasalnya, ruas Palembang-Indralaya ini berada di daerah rawa yang sesuai perhitungan dalam jangka waktu tertentu pasti terjadi penurunan tanah.

"Untuk itu, kami memilih untuk mempercepat penurunan tanah dalam waktu singkat sehingga cepat memadat melalui penggunaan teknologi VCM,” ujar Thomas, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (3/3/2016).

Sementara, cara biasa hanya dengan menerapkan sistem drainase vertikal melalui Perforated Vertical Drain (PVD). Thomas menjelaskan, untuk mempercepat penurunan tanah dan meningkatkan daya dukung tanah asli dengan VCM ini, air disedot melalui PVD. 


Dokumentasi Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPR Teknologi VCM digunakan untuk mempercepat penurunan tanah dan meningkatkan daya dukung tanah asli. Implementasi teknologi ini diawali dengan pemasangan geotextile membrane yang memungkinkan air disedot melalui PVD.
Setelah itu, dilakukan pemompaan vakum untuk mengurangi kadar air maupun kadar udara pada butiran tanah sehingga dapat memperepat penurunan jangka panjang dan perbedaan penurunan.

Ditambahkan Penanggung Jawab Perbaikan Tanah PT Hutama Karya Infrastruktur, Resnu Aditya, pada uji tanah awal ditemukan bahwa dari panjang keseluhan 22 kilometer ruas tol tersebut, 16 kilometer pertama kondisi tanahnya harus dilakukan perbaikan.

Namun, dalam perkembangannya, sampai dengan kilometer 20, membutuhkan perbaikan walaupun sifatnya hanya pada titik tertentu.

“Dengan sistem VCM ini dapat dilakukan percepatan 4 bulan dibandingkan dengan metode konvensional yaitu satu tahun,” imbuh Resnu.

Kelebihan lainnya adalah tidak dibutuhkannya material tanah sebagai beban sementara. Selain itu penggunaan sumber daya yang minim juga meminimalisasi penggunaan alat berat. Konsolidasi atau penurunan tanah juga bersifat isotropik, sehingga risiko ketidakstabilan lereng dapat dieliminasi.


Dokumentasi Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPR Kelebihan teknologi VCM ini adalah gangguan yang rendah terhadap kegiatan pekerjaan lainnya, bahkan dapat melakukan overlap dengan pekerjaan lain sehingga jadwal konstruksi secara keseluruhan dapat dipersingkat.
Teknologi VCM juga meminimalisasi gangguan terhadap kegiatan pekerjaan lainnya, bahkan dapat melakukan overlap dengan pekerjaan lain sehingga jadwal konstruksi secara keseluruhan dapat dipersingkat.

"Ditambah lagi teknologi ini ramah lingkungan, karena perbaikan tanah bersifat mekanis tanpa penggunaan bahan-bahan kimia," sebut Resnu.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER PROPERTI] 4 Sertifikat Tanah Milik Keluarga Nirina Zubir Diblokir BPN

[POPULER PROPERTI] 4 Sertifikat Tanah Milik Keluarga Nirina Zubir Diblokir BPN

Berita
Kehadiran Kawasan TOD Bisa Pangkas Emisi Karbon di Jakarta

Kehadiran Kawasan TOD Bisa Pangkas Emisi Karbon di Jakarta

Hunian
Sofyan Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya Serahkan Sertifikat Tanah pada Orang Lain

Sofyan Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya Serahkan Sertifikat Tanah pada Orang Lain

Berita
Jasa Marga Catat Overspeed Paling Banyak di Tol Layang MBZ dan Tol Dalam Kota

Jasa Marga Catat Overspeed Paling Banyak di Tol Layang MBZ dan Tol Dalam Kota

Berita
Bendungan Cipanas Penuhi Kebutuhan Irigasi Pertanian di Dua Kabupaten, Ini Progresnya

Bendungan Cipanas Penuhi Kebutuhan Irigasi Pertanian di Dua Kabupaten, Ini Progresnya

Konstruksi
Di Jepang, IKEA Sewakan Apartemen Mini Seharga Rp 12.481 Per Bulan

Di Jepang, IKEA Sewakan Apartemen Mini Seharga Rp 12.481 Per Bulan

Apartemen
Ciputra International Dipasarkan Melalui Virtual Marketing Gallery Experience

Ciputra International Dipasarkan Melalui Virtual Marketing Gallery Experience

Apartemen
Harga Properti Turun, Saatnya Berburu Hunian di Jakarta Barat

Harga Properti Turun, Saatnya Berburu Hunian di Jakarta Barat

Hunian
Hingga September 2021, SMF Cetak Laba Rp 400 Miliar

Hingga September 2021, SMF Cetak Laba Rp 400 Miliar

Berita
Berkat Digitalisasi, Krakatau Steel Raup Laba Bersih Rp 1,05 Triliun

Berkat Digitalisasi, Krakatau Steel Raup Laba Bersih Rp 1,05 Triliun

Berita
Mudahkan Konsumen Beli Baja, Krakatau Steel Luncurkan KRASmart Marketplace

Mudahkan Konsumen Beli Baja, Krakatau Steel Luncurkan KRASmart Marketplace

Berita
Jasa Sewa Mobil dan Okupansi Hotel di Mandalika Meningkat Tajam Saat WSBK

Jasa Sewa Mobil dan Okupansi Hotel di Mandalika Meningkat Tajam Saat WSBK

Berita
Ini Tantangan dalam Mencari Rumah, Apa Saja?

Ini Tantangan dalam Mencari Rumah, Apa Saja?

Perumahan
Mirip Wisma Atlet, Rusun ASN Rp 25 Miliar Mulai Dibangun di Papua

Mirip Wisma Atlet, Rusun ASN Rp 25 Miliar Mulai Dibangun di Papua

Apartemen
48.000 Sertifikat Tanah di Kaltim dan Kaltara Diserahkan Secara Bertahap

48.000 Sertifikat Tanah di Kaltim dan Kaltara Diserahkan Secara Bertahap

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.