Kompas.com - 01/03/2016, 18:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pembangunan jalan tol dalam kota di Jakarta telah dibatalkan secara mendadak. Padahal, rencana pembangunan ini sudah ada sejak 2007.

"Setiap jalan tol yang kita bangun kajiannya pasti lengkap bahwa itu lebih menguntungkan dan layak dibangun. Pak Djoko Kirmanto (Menteri Pekerjaan Umum periode 2004-2014) tidak mungkin memberikan approval kalau itu tidak layak kajiannya," ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hediyanto W Husaini, Senin (29/2/2016).

Hediyanto menjelaskan, pengajuan pembangunan tol dalam kota diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Saat itu, Pemprov DKI Jakarta berjanji, tanah akan disediakan oleh Pemprov sementara pemerintah pusat mengadakan studi, kajian, Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), dan lelang.

Namun, kemudian mendadak ada pembatalan pembangunan tol dalam kota. Hediyanto pun mengaku tidak mengerti apa pertimbangannya sehingga harus dibatalkan. Di sisi lain, investor sudah ada, yaitu PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Hediyanto menambahkan, tol ini memang sempat bermasalah soal pengadaan tanahnya. Untuk itu, pemerintah pusat pun mengambil alih yang sebelumnya 100 persen tugas Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, jalan ini masuk jalan nasional yang juga menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Meski demikian, proses pengalihan wewenang dari Pemprov ke pemerintah pusat juga membutuhkan waktu. Ia memperkirakan, alasan pembatalan ini adalah belum adanya kepastian pendanaan soal tanah.

"Saya mengatakan pada waktu itu pemerintah siap membantu. Soal berapa kemampuannya itu Pak Menteri sudah ada kebijakan sekian untuk bantu Pemprov DKI, tapi belum ngomong begitu tiba-tiba sudah batal," jelas Hediyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.