Serapan Anggaran Kementerian PUPR Baru 4,9 Persen

Kompas.com - 01/03/2016, 16:30 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Januari lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pelelangan dini beberapa proyek konstruksi guna mempercepat penyerapan anggaran APBN 2016. Namun, hingga saat ini hal tersebut belum mampu mendongkrak kinerja penyerapan anggaran.

"Sampai pagi ini 1 Maret 2016, penyerapan anggaran masih 4,9 persen. Secara fisik progresnya baru 3,35 persen," kata Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjoyono di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Capaian itu masih jauh dari target Kementerian PUPR yang mencanangkan penyerapan anggaran sebesar 6 persen hingga akhir Januari 2016.

Lelang dini yang dilakukan sejak pertengahan tahun lalu pun belum cukup memacu kinerja kementerian pimpinan Basuki Hadimuljono ini.

"Masih belum sesuai target," sambung Taufik.

Melesetnya target serapan anggaran itu disebabkan oleh beberapa kendala. Salah satunya adalah masalah administratif di internal Kementerian.

"Ada beberapa hal, misalnya di Direktorat Jenderal Cipta Karya, ada satuan kerjanya yang baru dirombak antara lain itu," jelas Taufik.

Selain itu, kendala lain yang memengaruhi tidak tercapainya serapan anggaran pada awal tahun adalah faktor cuaca.

"Sekarang sedang musim hujan. Pembangunan konstruksi ini sangat hati-hati supaya kualitasnya bagus. Memang ada sedikit kendala di situ," sambung Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), Hermanto Dardak dalam kesempatan yang sama.

Meski demikian, Hermanto melanjutkan, capaian ini terhitung bagus mengingat pada periode sebelumnya, Kementerian PUPR belum bisa melaksanakan belanja sama sekali pada awal tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X