Kompas.com - 19/02/2016, 06:00 WIB
VP Sharma, Group CEO of MAP Group membuka peresmian MAP EMALL. eCommerce andalan yang ditujukan sebagai destinasi gaya hidup dan belanja daring di Indonesia dengan lebih dari 20.000 Unit Penyimpanan Stok (SKU) dari lebih dari 150 merek terkemuka global. Persemian dilakukan pada Kamis (18/2/2016). Dokumentasi MAPVP Sharma, Group CEO of MAP Group membuka peresmian MAP EMALL. eCommerce andalan yang ditujukan sebagai destinasi gaya hidup dan belanja daring di Indonesia dengan lebih dari 20.000 Unit Penyimpanan Stok (SKU) dari lebih dari 150 merek terkemuka global. Persemian dilakukan pada Kamis (18/2/2016).
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP), perusahaan ritel gaya hidup yang memiliki lebih dari 150 merek global dan 2.000 gerai ritel di lebih dari 60 kota seluruh Indonesia, secara resmi meluncurkan MAP EMALL.

Di gerai online atau dalam jaringan (daring)-nya nanti, www.MAPEMALL.com, MAP menawarkan merek-merek internasional terkemuka di dunia fashion, olahraga, travel,gaya hidup, dan anak-anak.

Termotivasi pengalaman MAP di industri ritel selama 25 tahun, MAP EMALL menyediakan sekitar 20.000 Unit Penyimpanan Stok (SKU) dari 150 lebih merek internasional.

Beberapa merek yang terdaftar di antaranya adalah Marks & Spencer, Lacoste, Mango, New Look, Nautica, Ben Sherman, Dr. Martens, Swatch, Birkenstock, Nike, Adidas, Reebok, Converse, New Balance, Asics, Marvel, Hasbro, Tumi, Samsonite dan berbagai merek lainnya.

“Kami sangat tidak sabar untuk memulai perjalanan di basis Omni-Channel melalui perluncuran MAP EMALL dan kami yakin dapat menjadi salah satu situs utama serta tepercaya dengan menawarkan beragam kategori dari merek-merek lintas internasional," ujar ucap VP Sharma, Chief Executive Officer MAP Group pada saat acara peluncuran, Kamis (18/2/2016).

Pelanggan MAP di Indonesia dapat mengakses secara daring gaya terkini dan pilihan merek yang luas dari seluruh dunia, tanpa perlu khawatir dengan keasliannya.

MAP masuk bisnis belanja daring karena tren industri ritel dan eCommerce  Indonesia sangat menjanjikan. Nilai industri eCommerce  diprediksi mencapai 24 miliar dollar AS pada 2016 dan 130 miliar dollar pada 2020.

Selain itu, Asosiasi eCommerce Indonesia (idEA) juga memperkirakan pertumbuhan kelas menengah Indonesia akan meningkatkan jumlah online shoppers hingga 10 juta orang pada 2016 dengan transaksi hingga Rp 20 triliun secara daring.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.