Sodetan Ciliwung Terkendala Bidaracina

Kompas.com - 20/11/2015, 15:00 WIB
Kompas Video Mereka yang Akan Digusur di Bidaracina
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya penanganan banjir Ibu Kota Jakarta melalui pembangunan sodetan Kali Ciliwung masih menemui kesulitan. Salah satunya adalah pembebasan lahan di sekitar Kelurahan Bidaracina.

"Kendala pelaksanaan pembebasan lahan di Bidaracina terutama RW 04, sebagian RW 05 dan RW 14. Sementara 83 keluarga di RW 14 sudah pindah ke rusun Cipinang Besar," ungkap Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, T Iskandar, di Jakarta, Rabu (18/11/2015).

Lebih lanjut Iskandar mengatakan bahwa persoalan teknis seperti alat bor sama sekali bukan masalah. Hal itu dibuktikannya lewat kemajuan pekerjaan sodetan yang sudah mencapai lebih dari 50 persen dari target 1,27 kilometer.

Terhambatnya pembebasan lahan itu tak lepas dari adanya perbedaan pemberian dana ganti rugi lahan antara warga RW 04 dan BBWS Ciliwung-Cisadane.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Pemasangan turap dan pembetonan salah satu sisi Sungai Ciliwung di Bidaracina, Jakarta Timur, Rabu (11/11). Sebagian warga masih menempati lahan di pinggiran sungai dan belum dipindahkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengebut proyek revitalisasi sungai untuk menghadapi musim hujan.
"Warga masih menunggu kami untuk menyebutkan dana ganti rugi lahan kepada mereka," ucap Iskandar.

Masalah itu juga berimbas pada konstruksi inlet sodetan Kali Ciliwung. Padahal kini panjang sodetan yang terdiri dari Line 1 dan Line 2 telah mencapai 564 meter.

Rinciannya, Line 1 sudah berhasil tembus terlebih dulu ke titik temu atau arriving shaft di Jalan Otista III. Sementara Line 2, hingga Oktober silam sudah tembus pengeborannya dari outlet Kebon Nanas ke arriving shaft di Jalan Otista III.

Pembebasan lahan akan menjadi prioritas BBWS Ciliwung-Cisadane hingga akhir tahun ini mengingat target selesai sodetan Kali Ciliwung adalah Desember 2016.

"Target pengerjaan sodetan 12 bulan sejak pembebasan lahan dimulai," sebut Iskandar.

Sodetan Kali Ciliwung ditargetkan mampu mengalirkan 60 meter kubik air per detik dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X