Vila Rancangan Michelangelo Dibanderol Rp 175,8 Miliar

Kompas.com - 02/11/2015, 10:00 WIB
Rumah ini direnovasi pada abad ke-18 ketika lukisan dinding telah ditambahkan ke dalam plester dinding dan langit-langit. Rumah ini direnovasi pada abad ke-18 ketika lukisan dinding telah ditambahkan ke dalam plester dinding dan langit-langit.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Bangunan mewah ala Italia, atau sering dikenal dengan istilah palazzo, yang dikembangkan sejak abad ke 16 dekat Florence, Italia ini, konon dirancang oleh tangan yang mengecat langit-langit Gereja Sistina.

Hutan-hutan yang membuat palazzo ini bernama Palazzo al Bosco, sudah lama berlalu, digantikan oleh kebun-kebun anggur dan kebun zaitun. Meski demikian, penduduk setempat masih bangga dengan vila ini karena dibangun berdasarkan desain Michelangelo.

Michelangelo adalah seorang polymath, yakni pelukis sekaligus penyair, pematung dan arsitek, yang menghabiskan hidupnya bolak-balik antara Florence dan Roma. Hal tersebut untuk memenuhi permintaan artistik. Salah satu vila rancangannya dihargai 11,5 juta euro atau Rp 175,8 miliar (dengan kurs Rp 15.290 per satu euro).

"Vila ini adalah properti yang memesona. Bisa diakses dari sebuah jalan yang indah di puncak bukit, yang dikelilingi oleh tanah pribadi, sehingga sangat personal dan terisolasi," kata agen broker di Florence untuk Sotheby Internasional Realty John Jonk.

Vila ini dikelilingi 8 hektar kebun anggur dan 9,7 hektar perkebunan zaitun tersebar di bawahnya. Salah satu keunggulan dari karya Michelangelo yang masih bertahan adalah tiang jendela dan lantai terakota asli yang dilapisi lilin supaya terlihat bersinar. Properti ini direnovasi pada abad ke-18 ketika lukisan-lukisan indah telah ditambahkan ke dalam plester dinding dan langit-langit.

Luas vila sekitar 13.000 kaki persegi atau 1.207 meter persegi, dengan 16 kamar tidur, wisma tamu terpisah, kolam renang, taman Italianate dan sebuah gereja pribadi dengan dinding semen berwarna biru langit. Kebun-kebun anggurnya membentuk bagian dari wilayah Chianti Classico yang disebut dalam Thirties hanya menggambarkan produsen terbaik.

Lukisan dinding menutupi hampir setiap permukaan di lantai dasar dan lantai pertama kamar, termasuk kamar tidur utama. Sebuah penggambaran Diana the Huntress bisa merujuk ke penggunaan asli vila, yakni sebagai pondok berburu di musim panas bagi penduduk Florence yang kaya raya ketika melarikan diri panasnya kota.

Pemilik baru Palazzo al Bosco mungkin adalah seseorang yang menghargai privasi. Namun, lukisan-lukisan dinding yang indah akan menggambarkan bahwa pemiliknya akan menjadi pecinta seni juga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X